Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Presiden Prabowo: Saya Memimpin Berlandaskan Fakta
Achmad Zulfikar Fazli • 6 August 2026 20:18
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepemimpinannya dilakukan berlandaskan fakta dan realitas. Dia mengatakan keberanian melihat kondisi yang sebenarnya menjadi langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
"Marilah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian. Kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya," kata Prabowo saat bertemu 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dia menilai fakta yang tidak menyenangkan tidak boleh dihindari. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijadikan dasar untuk mengevaluasi dan mencari jalan keluar.
Sebagai contoh, Prabowo menyinggung soal Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 meski menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Menurut dia, kondisi itu harus diterima sebagai kenyataan yang perlu dievaluasi.
"Ini yang harus kita introspeksi, harus kita lihat. Tidak ada gunanya kita mengeluh menurut saya," ujar Prabowo.
%20di%20halaman%20tengah%20Istana%20Kepresidenan%2C%20Jakarta%2C%20Kamis%20(6_8_2026)_%20ANTARA_Fathur%20Rochman.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam pertemuan dengan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Fathur Rochman
Prabowo mengingatkan agar setiap persoalan tidak disikapi dengan mencari kambing hitam. Menurut dia, terpenting adalah mempelajari penyebab suatu masalah, melihat praktik terbaik yang dilakukan pihak lain, dan berani mengambil langkah perbaikan.
"Saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu. Sekarang belajar bagaimana kenapa kok bisa negara itu masuk. Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana? Jadi kita cari penyebabnya apa. Baru kita harus berani berbuat," kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menegaskan penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak periset BRIN terus menghasilkan inovasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan penyelesaian berbagai persoalan nasional.
"Jadi bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sain dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan," kata Presiden.