Paus Leo XIV Kenang 25 Tahun Serangan 9/11, Serukan Perdamaian Dunia

Paus Leo XIV. (Anadolu Agency)

Paus Leo XIV Kenang 25 Tahun Serangan 9/11, Serukan Perdamaian Dunia

Willy Haryono • 13 September 2026 18:43

Vatikan: Paus Leo XIV menyerukan komitmen baru terhadap perdamaian dunia saat mengenang 25 tahun serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat.

Ini menjadi pernyataan publik pertama Paus asal Chicago tersebut untuk memperingati tragedi yang menewaskan ribuan orang itu.

Seruan tersebut disampaikan Leo dalam bahasa Inggris pada Minggu, 13 September 2026, setelah memimpin doa Angelus dari jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

"25 tahun lalu, terjadi serangan teroris 11 September di Amerika Serikat," kata Leo, seperti dikutip India Today.

Ia kemudian mengenang para korban serta orang-orang yang hingga kini masih mengalami dampak dari tragedi tersebut. "Saya kembali mendoakan mereka yang kehilangan nyawa dan mereka yang terus menanggung luka akibat hari tragis itu," ujar Leo.

Paus Leo XIV kemudian mengaitkan peringatan 9/11 dengan situasi konflik dan kekerasan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

"Pada saat konflik dan kekerasan menimpa begitu banyak saudara dan saudari kita, saya mengajak semua orang untuk berdoa agar Tuhan menganugerahkan perdamaian-Nya kepada dunia," katanya.

Dalam bahasa Italia, Leo menambahkan bahwa kenangan terhadap tragedi 25 tahun lalu seharusnya mendorong masyarakat dunia untuk kembali memperkuat komitmen terhadap perdamaian, terutama melalui doa.

Pernyataan Leo memiliki dimensi personal. Pada 11 September 2001, ia yang saat itu masih bernama Robert Prevost berada di Roma untuk menghadiri pertemuan besar Ordo Agustinus.

Prevost ketika itu menjabat sebagai pemimpin provinsi Ordo Agustinus di Chicago. Tiga hari setelah serangan 9/11, tepat pada hari ulang tahunnya, ia terpilih sebagai pemimpin tertinggi ordo tersebut. Ia kemudian menjabat selama dua periode hingga 2012.

Pandangan Leo tentang 9/11

Vatikan juga kembali menyoroti pandangan Prevost mengenai tragedi 9/11 yang disampaikannya tidak lama setelah serangan tersebut.

Vatican News pada hari Minggu ini menerbitkan kembali sejumlah bagian dari homili pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Ordo Agustinus. Homili itu disampaikan pada 21 September 2001, sekitar 10 hari setelah serangan.

Dalam pernyataan tersebut, Prevost mengatakan dunia tidak dapat mengabaikan tragedi yang mengguncang AS. Ia juga mengaitkan kekerasan dengan persoalan sosial yang lebih luas, termasuk kemiskinan dan ketidakadilan.

Menurut Prevost saat itu, kekerasan yang terjadi di Amerika Serikat merupakan gambaran tragis dari berbagai persoalan yang semakin akut di banyak tempat di dunia.

Ia memperingatkan bahwa kebencian dan kekerasan akan terus berkembang selama masih banyak orang hidup dalam kemiskinan ekstrem dan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan.

Lebih dari dua dekade kemudian, Leo kembali menggunakan momentum peringatan 9/11 untuk menyerukan perdamaian.

Pernyataannya muncul ketika berbagai konflik dan kekerasan masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia. Dengan demikian, peringatan 9/11 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang para korban, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Leo untuk kembali menekankan pentingnya mengatasi akar persoalan yang dapat memicu kekerasan.

Leo XIV merupakan paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Sebelum terpilih sebagai paus, Prevost memiliki pengalaman panjang dalam Ordo Agustinus serta pernah menjalankan tugas pastoral dan administratif di berbagai negara.

Baca juga: Eks Dubes AS Ungkap Kesalahan Strategis Washington usai Serangan 9/11

(Willy Haryono)