Ilustrasi produk usaha mikro. Foto: Dok. Antara.
Pembiayaan Bukan Sekadar Modal, Pendampingan Usaha jadi Kunci Utama
Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2026 00:00
Jakarta: Perluasan jangkauan pembiayaan dinilai harus selalu diimbangi dengan pendampingan. Hal ini dimaksudkan supaya usaha nasabah dapat tumbuh berkelanjutan.
“Pembiayaan bagi kami bukan sekadar memberikan modal. Ada proses untuk mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya memiliki kemandirian ekonomi. Karena itu, pembiayaan dan pemberdayaan harus berjalan bersama dan ekosistem ini semakin diperkuat dengan Holding Ultra Mikro (UMi),” ujar Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Kindaris dalam keterangan resminya, Minggu, 13 September 2026.
Kindaris menjelaskan bahwa kekuatan PNM terletak pada penggabungan pembiayaan dan pemberdayaan. Hadirnya dukungan produk keuangan dari entitas lain dalam Holding UMi, yakni BRI dan Pegadaian, terbukti makin menggerakkan roda ekonomi nasabah PNM Mekaar.
Melalui program Mekaar, PNM fokus mendampingi perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha skala ultra mikro. Hasilnya, hingga Juni 2026, sebanyak 2,35 juta nasabah tercatat berhasil naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi berkat sinergi tiga entitas tersebut.
Selain itu, nasabah PNM Mekaar yang dulunya unbankable kini telah memiliki tabungan Simpedes UMi hasil kolaborasi dengan BRI, serta mulai terbiasa berinvestasi melalui tabungan emas Pegadaian.
Kindaris menambahkan bahwa pihaknya akan terus memastikan setiap nasabah memperoleh dukungan yang tepat sesuai tingkat perkembangan usahanya.
“Setiap nasabah memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang baru memulai usaha, ada yang sedang mengembangkan usaha, dan ada pula yang sudah siap naik kelas. Peran kami adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan yang sesuai pada setiap tahap perjalanan tersebut,” tutup Kindaris.

Ilustrasi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Foto: Dok. Istimewa.
Sementara itu, Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa integrasi kekuatan tiga entitas ini menciptakan dampak ekonomi yang sangat luas bagi masyarakat akar rumput.
“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” kata Hery.
Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan kemampuan modal nasabah, tetapi juga memperluas aktivitas ekonomi lokal. Saat produksi meningkat, transaksi bahan baku dan penyerapan tenaga kerja pun ikut tumbuh.