Wakil Presiden Filipina Sara Duterte. (EPA)
Sidang Pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Dimulai Senin Ini
Willy Haryono • 6 July 2026 07:53
Manila: Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte akan dimulai Senin ini, 6 Juli 2026.
Proses hukum tersebut dinilai berpotensi memengaruhi peta politik menjelang pemilihan umum presiden 2028, sekaligus memperdalam rivalitas antara dua dinasti politik terbesar di Filipina.
Sidang pemakzulan akan menentukan apakah Sara Duterte tetap memiliki peluang mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu Filipina 2028. Sejumlah analis juga menilai proses tersebut akan menjadi ujian terhadap kredibilitas lembaga politik dan hukum di Filipina.
Guru Besar Administrasi Publik Universitas Makati Ederson Tapia mengatakan persepsi publik terhadap proses persidangan akan menjadi faktor yang sangat menentukan.
"Jika proses ini dipandang bermotif politik atau tidak memiliki kredibilitas, maka keraguan akan tetap muncul apa pun hasil akhirnya," ujar Tapia, seperti dikutip dari AsiaOne.
Belum dapat dipastikan berapa lama persidangan akan berlangsung. Sejumlah faktor, seperti sengketa prosedural, jumlah saksi, dan penyampaian alat bukti diperkirakan memengaruhi durasi sidang.
Sebagai perbandingan, sidang pemakzulan Ketua Mahkamah Agung Filipina pada 2012 berlangsung selama empat bulan. Untuk menjatuhkan putusan bersalah, sedikitnya 16 dari 24 anggota Senat harus memberikan suara mendukung pemakzulan.
Sejumlah survei menunjukkan Sara Duterte masih menjadi salah satu kandidat terkuat dalam pemilu presiden 2028. Namun, jika dinyatakan bersalah, peluangnya untuk maju dalam pemilu dapat tertutup.
Tapia menilai pembebasan justru dapat memperkuat posisi politik Sara Duterte apabila masyarakat memandang proses persidangan berlangsung secara adil.
Sidang pemakzulan pertama terhadap seorang wakil presiden dalam sejarah Filipina ini berpusat pada tuduhan penyalahgunaan dana publik, kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta dugaan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara, dan mantan Ketua DPR.
Menjaga Kepercayaan Publik Filipina
Sara Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut proses pemakzulan sebagai langkah yang bermotif politik.Juru bicara tim penuntut dari DPR, Robert "Ace" Barbers, mengatakan pihaknya akan membuktikan seluruh tuduhan melalui alat bukti yang diajukan di persidangan.
"Kami akan membiarkan bukti berbicara dengan sendirinya," katanya.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Filipina Jean Encinas-Franco menilai kedua belah pihak harus diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan argumen agar kepercayaan publik terhadap hasil sidang tetap terjaga.
Ia menyinggung sidang pemakzulan Presiden Joseph Estrada pada 2001 yang berujung demonstrasi besar-besaran setelah Senat menolak membuka sejumlah barang bukti penting.
Menurut Encinas-Franco, proses persidangan kali ini harus berlangsung transparan agar tidak menimbulkan kesan menguntungkan salah satu pihak.
Kuasa hukum Sara Duterte, Michael Poa, menyatakan tim pembela siap membuktikan bahwa seluruh tuduhan terhadap kliennya tidak berdasar. Ia juga mengatakan belum dapat memastikan apakah Sara Duterte akan hadir langsung dalam sidang pembukaan atau diwakili oleh tim kuasa hukumnya.
Baca juga: Senat Filipina Mulai Praperadilan Kasus Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte