Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis usai Empat Pekan Melemah

Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis usai Empat Pekan Melemah

Husen Miftahudin • 3 July 2026 08:54

Houston: Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis waktu setempat, menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini terjadi setelah empat pekan berturut-turut mengalami tekanan yang membawa harga minyak kembali ke level sebelum konflik Iran.
 
Pelaku pasar untuk sementara menghentikan aksi jual setelah lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali meningkat. Kondisi ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, meski ketegangan antara AS dan Iran sempat meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 3 Juli 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik tipis ke level USD71,60 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus turun 0,2 persen menjadi USD68,47 per barel.
 
Pergerakan harga minyak sepanjang tahun ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada kuartal pertama, Brent sempat melonjak 94,5 persen dan mencatat kenaikan kuartalan terbaik sejak 1990.
 
Namun, tren berbalik tajam pada kuartal kedua. Harga Brent merosot 38 persen dan mencatat penurunan kuartalan terburuk sejak anjlok 65,5 persen pada kuartal pertama 2020.
 
Tekanan tersebut dipicu perkembangan diplomasi antara AS dan Iran. Penurunan harga makin dalam setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Prancis pada Selasa, 17 Juni 2026, yang membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
 

Baca juga: Harga Minyak Turun Lagi, Simak Faktor yang Menekan WTI ke Level USD68/Barel
 

Negosiasi AS-Iran redakan kekhawatiran pasokan

 
Pasar minyak sempat kembali tegang pada awal pekan ini setelah terjadi saling serang antara AS dan Iran. Namun, situasi mereda setelah kedua pihak menggelar pembicaraan teknis tidak langsung di Doha pada pekan ini.
 
Meski belum menghasilkan kesepakatan damai permanen, Qatar menyebut pembahasan berjalan positif dan kedua negara sepakat melanjutkan negosiasi. Pembicaraan tersebut berfokus pada kelancaran distribusi barang melalui Selat Hormuz serta langkah-langkah membangun kepercayaan di antara kedua pihak.
 
Di sisi lain, data dari Kpler menunjukkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz mulai kembali stabil sejak penandatanganan MoU. Pada Selasa, 1 Juli 2026, tercatat 34 penyeberangan kapal yang telah terverifikasi melalui jalur pelayaran tersebut.
 
Pada Kamis, 3 Juli 2026, Kpler juga melaporkan lalu lintas kapal tanker LNG dari negara-negara eksportir di kawasan Teluk tetap berada dalam kondisi stabil.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Pasar global dibanjiri pasokan

 
Dari sisi pasokan, data terbaru Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak mentah domestik meningkat ke rekor 13,93 juta barel per hari pada April. Kenaikan itu memperkuat indikasi pasar global masih dibanjiri pasokan.
 
Analis ANZ menilai meredanya ketegangan geopolitik telah mengurangi risiko gangguan suplai, meski ketidakpastian di Timur Tengah masih menjadi faktor penopang harga.
 
Di sisi permintaan, ANZ mencatat Indeks Komoditas Tiongkok naik 0,5 persen, dengan komponen energi juga meningkat 0,5 persen. Data tersebut mengindikasikan permintaan energi tetap solid meski harga minyak melemah dalam beberapa pekan terakhir.
 
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar kini menanti langkah OPEC+ yang diperkirakan kembali meningkatkan produksi pada Agustus. Kebijakan tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap harga minyak apabila pasokan terus bertambah di tengah kondisi pasar yang relatif stabil.

(Husen Miftahudin)