Perkuat Ketahanan Pangan RI, Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian

Presiden Belarus Alexander Lukashenko lakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres

Perkuat Ketahanan Pangan RI, Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian

Muhammad Reyhansyah • 2 July 2026 15:53

Jakarta: Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan negaranya siap mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia melalui penyediaan pupuk, teknologi pertanian, alat dan mesin pertanian, hingga pelatihan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Lukashenko dalam pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral dalam rangka kunjungan kenegaraannya ke Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut dia, ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi setiap negara untuk menjaga kemandirian di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, krisis energi, hingga gangguan rantai pasok internasional.

"Saya sangat yakin perlunya kerja sama di bidang ketahanan pangan agar setiap negara dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri," kata Lukashenko, dikutip dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lukashenko mengatakan Belarus siap berkontribusi lebih besar dalam mendukung sektor pertanian Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya berupa peningkatan pasokan pupuk, tetapi juga teknologi dan peralatan pertanian yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

"Belarus siap memberikan sumbangannya kepada Indonesia dalam persoalan ini. Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknologi pertanian, dan berbagai kebutuhan lainnya," ujar Lukashenko.

Tawarkan Pelatihan dan Industri Bersama

Selain penyediaan sarana pertanian, Lukashenko mengatakan Belarus juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM Indonesia.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan Belarus siap melatih tenaga kerja Indonesia, baik di Indonesia maupun di fasilitas industri yang dimiliki Belarus.

"Kami siap tidak hanya memasok. Kami bahkan siap mengajarkan ribuan orang Indonesia bekerja di bidang teknik. Kami siap melatih mereka tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pabrik-pabrik kami di Belarus," kata Lukashenko.

Menurut Lukashenko, kerja sama tersebut diharapkan berkembang tidak hanya dalam bentuk perdagangan, tetapi juga melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dan lokalisasi produksi di Indonesia.

Selain sektor pertanian, Belarus juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama penyediaan produk pangan, termasuk susu dan daging, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kedua negara.

Dalam kesempatan itu, Lukashenko mengatakan kunjungannya ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang akan menjadi dasar penguatan hubungan ekonomi kedua negara pada masa mendatang.

Indonesia dan Belarus telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1993. Kunjungan Lukashenko ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Minsk pada 2025 yang menghasilkan penyusunan peta jalan (roadmap) kerja sama bilateral di berbagai sektor.

(Fajar Nugraha)