CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: dok Danantara.
Fakta-fakta PSEL Bali, PSN Pengolah Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
Husen Miftahudin • 8 July 2026 15:02
Bali: Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026. Proyek yang berlokasi di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi energi.
Mengutip dari rilis Danantara Indonesia, berikut sejumlah fakta mengenai proyek PSEL Bali.
1. Ditetapkan sebagai PSN
PSEL Bali merupakan salah satu proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) Nusantara Bali New Energy berdasarkan mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.2. Berkapasitas olah 1.500 ton/hari
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bali melalui pemanfaatan teknologi pengolahan modern.3. Menggunakan teknologi berstandar internasional
PSEL Bali akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis untuk mengendalikan emisi hasil pembakaran. Dalam operasionalnya, fasilitas ini mengacu pada standar emisi European Union Industrial Emissions Directive (EU IED) sebagai acuan perlindungan lingkungan.| Baca juga: PSEL Bali Resmi Dibangun, Jadi Tonggak Transformasi Pengelolaan Sampah di Indonesia |

(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
4. Nilai investasi capai Rp3 triliun
Pembangunan PSEL Bali diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp3 triliun. Selain memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah, proyek ini diproyeksikan mampu menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja selama masa pembangunan maupun operasional.5. Ditargetkan beroperasi pada semester I-2028
Pemerintah menargetkan fasilitas PSEL Bali mulai beroperasi pada Semester I 2028 setelah seluruh tahapan konstruksi dan pengujian selesai dilaksanakan. Operasional fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah.Meski demikian, CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menargetkan proyek PSEL Denpasar Raya tersebut dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Ia pun optimistis pembangunan dapat diselesaikan pada akhir 2027.
"Walaupun target penyelesaian pada semester pertama 2028, saya optimistis proyek ini dapat selesai lebih cepat, yakni pada akhir 2027," jelas Rosan dalam acara penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Bali.
Ia menegaskan Danantara memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan pembangunan perdana proyek PSEL di Bali. Menurut dia, proyek tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.
"Kami di Danantara mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk menyelesaikan groundbreaking pertama PSEL di Bali. Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat, perlindungan, dan keberkahan bagi semua," tegas Rosan.