Iran Ancam Jadikan Pangkalan Militer AS di Kawasan Target Sah Serangan

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Iran Ancam Jadikan Pangkalan Militer AS di Kawasan Target Sah Serangan

Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 16:24

Teheran: Militer Iran memperingatkan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan akan menjadi "target sah" jika Washington terus melanggar kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu, 8 Juli 2026, militer Iran menyebut ancaman tersebut disampaikan setelah serangan yang diklaim menyasar pusat berkumpul pasukan Amerika di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan terang-terangan oleh Amerika yang kriminal adalah seluruh pangkalan Amerika di kawasan akan menjadi target sah bagi drone Angkatan Darat," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.

Militer Iran menyatakan serangan itu merupakan respons atas apa yang disebut sebagai agresi Amerika terhadap wilayah militer dan sipil di bagian selatan Iran serta dugaan pelanggaran terhadap 14 butir kesepakatan gencatan senjata.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah meluncurkan operasi rudal dan drone yang menargetkan 85 fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Pelabuhan Salman, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone yang masuk ke wilayah negara tersebut. Sementara itu, sirene peringatan serangan udara juga sempat berbunyi di Bahrain.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pihaknya kembali melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga:  Trump Sebut Nota Kesepahaman Berakhir, Hina Iran Seperti Kanker

(Willy Haryono)