Kemenkes Segera Vaksinasi Campak Nakes, Fokus di Jakarta hingga Palu

Ilustrasi - Petugas bersiap menyuntikkan vaksin. Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko.

Kemenkes Segera Vaksinasi Campak Nakes, Fokus di Jakarta hingga Palu

Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 19:44

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana segera memberikan imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil sebagai proteksi tambahan bagi garda terdepan, sembari menunggu hasil klarifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai studi efikasi vaksin tersebut untuk kategori dewasa.

"Jadi vaksinasi ini yang paling penting kan sebenarnya surat indikasinya. Itu kan untuk anak-anak, tapi sebenarnya ada studinya untuk orang dewasa. Kita minta dari klarifikasi dari BPOM dulu, bahwa vaksinasi ini memang ada studi efikasinya untuk orang dewasa," ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
 


Dante menjelaskan, setelah mendapatkan respons dari BPOM, Kemenkes akan langsung menyelenggarakan imunisasi bagi nakes dengan risiko penularan tinggi. 

Sebagai tahap awal, program ini akan menyasar 10 daerah prioritas dengan kasus tertinggi, di antaranya Tangerang Selatan, Tangerang, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, Serang, dan Jakarta Pusat.

"Setelah dilakukan vaksinasi yang tinggi, kita evaluasi apakah ada potensi untuk menyebarkan ke daerah yang lainnya," tambah Dante.

Selain upaya vaksinasi, Dante menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi para nakes. Kemenkes terus mendorong konsistensi penggunaan masker saat memeriksa pasien serta prosedur cuci tangan yang benar guna meminimalisir risiko terpapar di fasilitas kesehatan.

"Bagaimana cuci tangan yang benar, gimana selalu pakai masker waktu periksa. Itu akan kita masyarakatkan lagi baik kepada nakes maupun kepada masyarakat," jelasnya.


Campak. Foto: Shutterstock.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa meskipun mayoritas kasus campak terjadi pada balita, sebanyak delapan persen kasus justru menyerang orang dewasa. Kelompok dewasa dengan imunitas lemah, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan kanker, serta nakes yang memiliki intensitas paparan tinggi menjadi perhatian utama pemerintah.

Sebelumnya, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebutkan bahwa perlindungan optimal sebenarnya sudah didapatkan jika seseorang telah menerima imunisasi campak dan rubella dua kali (usia 18 bulan dan kelas 1 SD). 

Namun, faktor risiko tambahan pada nakes membuat kebijakan vaksinasi dewasa ini menjadi krusial untuk segera diimplementasikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)