3.227 Personel Gabungan Amankan Perayaan Paskah di NTT

Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo saat menyapa sejumlah personel pengamanan Paskah di NTT. ANTARA/Kornelis Kaha

3.227 Personel Gabungan Amankan Perayaan Paskah di NTT

Silvana Febiari • 31 March 2026 14:44

Kupang: Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiagakan 3.227 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Paskah di sejumlah wilayah. Personel tersebut terdiri dari 1.319 anggota Polri dan 1.908 personel TNI serta instansi terkait.

“Ribuan personel itu akan difokuskan untuk mengamankan 1.113 gereja di seluruh NTT, termasuk 432 gereja prioritas yang dinilai memiliki tingkat kerawanan dan jumlah jemaat lebih besar,” kata Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo usai memimpin gelar pasukan Operasi Semana Santa Turangga 2026, dilansir dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.

Operasi Semana Santa Turangga 2026 akan digelar selama 15 hari. Mulai dari tanggal 1 April hingga 15 April 2026.
 


Dalam operasi ini, Polda NTT bersama Polres jajaran mendirikan 85 pos yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 38 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu untuk mendukung kelancaran pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, seluruh personel diminta mampu memetakan potensi kerawanan di lapangan sejak dini. Langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara maksimal.

“Lakukan mapping kerawanan di setiap wilayah, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. Kehadiran personel harus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah,” tegas Wakapolda.

Ia menambahkan, pengamanan akan difokuskan pada dua agenda utama Paskah, yaitu pelaksanaan misa di gereja dan kegiatan perarakan atau pawai keagamaan di luar gereja. Kegiatan ini biasanya melibatkan banyak masyarakat.


Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo saat menyapa sejumlah personel pengamanan Paskah di NTT. ANTARA/Kornelis Kaha


Wakapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan patroli, khususnya di wilayah rawan dan pada jam-jam tertentu yang berpotensi terjadi gangguan keamanan. Selain itu, sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengamanan swakarsa dinilai sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian Paskah berlangsung.

Potensi konflik sosial, tindak kejahatan konvensional hingga ancaman bencana alam juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Oleh karena itu, seluruh personel diminta selalu siaga dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi.

Tak hanya di darat, pengamanan juga difokuskan pada kegiatan perarakan laut yang menjadi tradisi di sejumlah wilayah NTT.

“Hindari terjadinya kecelakaan laut saat perarakan. Pastikan seluruh kapal memenuhi SOP kelayakan dan tidak melebihi kapasitas muatan,” tegas Wakapolda.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)