Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher (kedua kiri) memantau pelayanan kepulangan kloter terakhir jamaah haji dari embarkasi Pondok Gede Jakarta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Antara.
Ombudsman Apresiasi Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2026
Anggi Tondi Martaon • 8 July 2026 23:22
Jakarta: Ombudsman RI (ORI) mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Apresiasi diberikan atas keberhasilan dan kesuksesan penyelenggaraan Haji 2026 serta seluruh pihak yang telah bersinergi demi kelancaran pengawasan tersebut.
Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi yang pertama dilaksanakan melalui struktur kelembagaan baru setelah pemisajan Kementerian Agama dengan Kementerian Haji dan Umrah. Menurut dia, langkah tersebut sebuah inovasi.
"Langkah tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan tata kelola dalam penyelenggaraan haji," kata Nuzran, dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Ombudsman RI juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bersinergi demi kelancaran pengawasan terhadap ibadah haji, termasuk Keasistenan Utama VII Ombudsman RI Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta seluruh Kantor Perwakilan Ombudsman RI di 34 provinsi.
Meski secara umum penyelenggaraan haji berjalan baik, ORI mencatat sejumlah temuan dan pengaduan masyarakat. Hal itu bakal menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pelayanan.
Kedua, terkait kegagalan keberangkatan jamaah. ORI menerima aduan mengenai jamaah yang batal berangkat ke Tanah Suci, yang menjadi perhatian karena menyangkut pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh layanan publik.
Selanjutnya ketiga, terkait kelayakan fasilitas embarkasi. Ombudsman menemukan sejumlah persoalan infrastruktur di Asrama Haji Embarkasi Batam, seperti fasilitas toilet dan kamar mandi yang tidak berfungsi optimal sehingga memicu antrean dan menurunkan kenyamanan jamaah.
Ia menjelaskan seluruh temuan lapangan dan analisis posko pengaduan tersebut sedang disusun secara komprehensif. Hasilnya akan disampaikan langsung kepada Menteri Haji dan Umroh selaku otoritas penyelenggara haji di Indonesia.
"Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan bentuk ikhtiar bersama demi perbaikan tata kelola pelayanan publik di masa depan," ujar Nuzran.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
Selain itu, Nuzran menyampaikan Ombudsman telah merampungkan rangkaian pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemantauan terkahir dilakukan terhadap pelayanan kepulangan kloter terakhir jamaah haji dari embarkasi Pondok Gede Jakarta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 30 Juni 2026.
Nuzran meninjau secara langsung kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia mulai dari sarana prasarana, fasilitas bagi penyandang disabilitas, layanan kesehatan hingga pelayanan ramah lansia.
Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal hingga fase akhir kepulangan jemaah. "Kami telah melalukan pengawasan di tanah air dan membuka posko pengaduan gratis secara online melalui berbagai kanal baik telepon maupun Whatsapp mulai dari proses keberangkatan awal jemaah haji hingga kepulangan," kata Nuzran.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan agar para jamaah haji meraih predikat haji yang mabrur. ORI juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama bilateral yang baik antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia.
Guna memperkuat fungsi pengawasan ke depan, ORI berencana untuk melakukan pengawasan langsung di Arab Saudi pada musim haji 2027, mengingat 80 persen dari total pelaksanaan ibadah haji berlangsung di Tanah Suci.