Ilustrasi, grafik pergerakan harga bitcoin. Foto: dok Istimewa.
Bitcoin Naik Lagi dan Tembus USD64 Ribu
Husen Miftahudin • 11 July 2026 12:05
New York: Bitcoin kembali menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat dengan menembus level USD64 ribu. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperkirakan mencatat kenaikan mingguan setelah sentimen pasar membaik seiring reli saham teknologi di Wall Street dan meredanya kekhawatiran geopolitik.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 11 Juli 2026, bitcoin naik 1,2 persen menjadi USD64.005,7. Sepanjang sesi perdagangan, Bitcoin sempat menyentuh USD64.673,1.
Secara mingguan, bitcoin diperkirakan menguat lebih dari dua persen setelah pulih dari tekanan yang terjadi pada awal pekan akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Reli saham teknologi perkuat selera risiko
Perbaikan sentimen pasar terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Iran telah menghubungi Pemerintah AS untuk membahas kesepakatan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap potensi konflik yang lebih luas, sementara harga minyak mentah bergerak turun dari level tertinggi sebelumnya.
Pemulihan bitcoin juga sejalan dengan penguatan pasar saham Amerika Serikat. Saham-saham sektor teknologi memimpin reli Wall Street, dengan NASDAQ Composite ditutup menguat hampir 2 persen sepanjang pekan.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang dinilai tetap berpotensi memengaruhi sentimen global.
Sebelumnya, Trump menyatakan kesepahaman sementara dengan Teheran telah berakhir setelah kembali terjadi aksi permusuhan. Namun, kemudian ia mengungkapkan Iran telah menghubungi pihak Amerika Serikat untuk membuka peluang negosiasi. Di sisi lain, Oman dan Pakistan terus mendorong kedua negara kembali ke meja perundingan.
Permintaan ETF Bitcoin masih jadi penopang
Selain perkembangan geopolitik, investor juga memantau arus dana ke produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di AS yang masih menjadi salah satu penggerak utama harga Bitcoin sepanjang tahun ini. Arus masuk dana yang berkelanjutan ke produk ETF dinilai mampu mengimbangi ketidakpastian ekonomi makro maupun volatilitas geopolitik.
Analis menilai bitcoin masih diperdagangkan sebagai aset berisiko tinggi (high beta asset) yang pergerakannya cenderung mengikuti pasar saham ketika sentimen investor membaik. Meredanya ketegangan geopolitik dan kuatnya permintaan terhadap saham teknologi dinilai dapat memberikan dukungan tambahan bagi aset kripto tersebut.
Dalam perkembangan lain, penerbit stablecoin USDC, Circle Internet Financial, memperoleh persetujuan akhir dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mengoperasikan bank perwalian nasional. Persetujuan tersebut mendorong saham Circle ditutup naik sekitar lima persen.
Melalui piagam tersebut, Circle berwenang menjadi kustodian atas cadangan asetnya sendiri serta menyimpan aset kripto milik klien institusional. Circle menyatakan bank perwalian tersebut akan beroperasi di bawah pengawasan langsung OCC sebagai regulator utama bank nasional dan lembaga perwalian di Amerika Serikat.

(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Harga aset kripto terbaru
Mayoritas aset kripto alternatif (altcoin) juga bergerak menguat mengikuti pemulihan bitcoin, meski secara mingguan menunjukkan kinerja yang beragam.
- Ethereum, aset kripto terbesar kedua di dunia, naik 2,7 persen menjadi USD1.795,14 dan menguat 2,1 persen sepanjang pekan.
- XRP naik 0,8 persen menjadi USD1,1046, tetapi masih turun 2 persen dalam sepekan.
- Solana mencatat pelemahan mingguan sebesar 5,2 persen.
- Cardano turun 6,6 persen.
- Dogecoin naik 1,5 persen pada perdagangan Jumat, tetapi masih mencatat penurunan 4,5 persen sepanjang pekan.