AS dan Israel Berselisih soal Pesawat Tanker Militer di Bandara Ben Gurion

CENTCOM memprotes keputusan Israel yang melarang pesawat tanker tambahan milik AS mendarat di Bandara Ben Gurion. (Anadolu Agency)

AS dan Israel Berselisih soal Pesawat Tanker Militer di Bandara Ben Gurion

Willy Haryono • 15 July 2026 11:50

Tel Aviv: Sejumlah pejabat senior Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan melayangkan protes keras kepada militer Israel setelah pemerintah negara tersebut melarang pesawat tanker pengisi bahan bakar udara tambahan milik AS mendarat di Bandara Ben Gurion.

Harian Israel Yedioth Ahronoth pada Selasa, 14 Juli 2026, melaporkan bahwa keputusan tersebut memicu ketegangan antara kedua sekutu dekat itu di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran.

Menurut laporan tersebut, para pejabat militer AS langsung menghubungi komandan militer Israel serta pejabat keamanan lainnya setelah Menteri Transportasi Israel Miri Regev memerintahkan penghentian sementara izin pendaratan bagi pesawat tanker tambahan milik Amerika Serikat di bandara internasional utama Israel tersebut.

Seorang sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan para pejabat AS menyampaikan kemarahan mereka atas keputusan sepihak tersebut karena dinilai mengganggu kebutuhan operasional militer Amerika Serikat di kawasan.

Mereka menilai armada pesawat pengisi bahan bakar udara merupakan bagian penting dari postur pertahanan dan kemampuan efek gentar Amerika Serikat di Timur Tengah.

Seorang pejabat militer Israel yang dikutip surat kabar tersebut juga disebut mengakui bahwa tuntutan Washington memiliki dasar yang kuat.

Menurutnya, armada pesawat tanker tersebut merupakan aset strategis dan bagian penting dari persiapan operasional bersama antara Israel dan Amerika Serikat terkait kemungkinan eskalasi dengan Iran.

Perselisihan soal Kapasitas Bandara

Perselisihan tersebut muncul setelah Israel menangguhkan rencana pemindahan sebagian pesawat tanker AS dari Bandara Ben Gurion.

Langkah itu sebelumnya dirancang untuk membebaskan area parkir pesawat bagi peningkatan lalu lintas penerbangan sipil selama puncak musim liburan musim panas.

Laporan Yedioth Ahronoth menyebut empat pesawat tanker tambahan milik AS mendarat pada Senin malam tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Israel.

Kedatangan tersebut membuat jumlah total pesawat tanker militer Amerika yang berada di Bandara Ben Gurion meningkat menjadi 33 unit.

Padahal sebelumnya Israel dan Amerika Serikat disebut telah menyepakati batas maksimal sebanyak 20 pesawat tanker yang ditempatkan di bandara tersebut, dari sekitar 100 pesawat serupa yang saat ini disebar di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Pada Selasa, Menteri Transportasi Israel Miri Regev secara resmi menginstruksikan otoritas bandara untuk menolak izin pendaratan bagi pesawat tanker tambahan milik Amerika Serikat.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa Otoritas Bandara Israel telah memperingatkan keberadaan pesawat militer dalam jumlah besar dapat mengganggu operasional penerbangan sipil.

Pihak otoritas memperkirakan kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pembatalan hingga 50.000 tiket penerbangan selama Juli, yang merupakan periode tersibuk untuk perjalanan internasional dari Israel.

Armada pesawat tanker Amerika tersebut selama ini beroperasi dari Bandara Ben Gurion sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer Washington di kawasan di tengah konfrontasi yang terus meningkat dengan Iran.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sendiri terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama di sekitar Selat Hormuz, di mana kedua pihak saling melancarkan serangan meskipun sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon

(Willy Haryono)