Mensos Minta MPLS Sekolah Rakyat Aman dan Bebas Perpeloncoan

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Antara.

Mensos Minta MPLS Sekolah Rakyat Aman dan Bebas Perpeloncoan

Ficky Ramadhan • 14 July 2026 11:58

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh jajaran penyelenggara Sekolah Rakyat memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung aman dan nyaman. Dia meminta agar tahapan tersebut bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Menurut Gus Ipul, MPLS harus menjadi ruang yang mendukung proses adaptasi siswa terhadap lingkungan belajar yang baru. Termasuk peserta didik yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan dan berpindah ke permanen.

"Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada hal-hal yang mencederai MPLS," kata Gus Ipul dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menilai masa awal sekolah merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian dari seluruh tenaga pendidik. Sehingga, siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, teman, maupun sistem pembelajaran yang baru.

"Ini masa dimana kita harus punya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru baik untuk siswanya, penduduknya, maupun juga untuk tenaga kependidikan yang lain," ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul meminta kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan memberikan pendampingan secara maksimal dengan mengedepankan empati. Upaya tersebut diharapkan mampu membuat para siswa merasa nyaman dan betah selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Kuatkan mereka, dampingi dengan penuh empati dan untuk itu bapak-ibu sekalian saya berharap, kita berhasil menciptakan kondisi mereka betah di Sekolah Rakyat," ungkap Gus Ipul.

Selain aspek psikologis, Gus Ipul mengingatkan pentingnya memastikan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi. Ia meminta pengelola sekolah belajar dari pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya, terutama pada dua bulan pertama yang dinilai menjadi fase paling menantang.

"Belajar dari tahun yang lalu banyak sekali tantangannya. Ada yang tidak betah, ada yang rindu orang tua, hadapi itu semua dengan baik. Mereka akan jadi anak-anak yang bisa mengikuti pembelajaran dengan baik," sebut Gus Ipul.

Ilustrasi Sekolah Rakyat. Foto: MI.

Dalam arahannya, Gus Ipul turut mengingatkan agar seluruh fasilitas Sekolah Rakyat permanen dirawat dengan baik. Menurutnya, gedung beserta sarana dan prasarana yang dibangun merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Maka itu rawat dengan baik karena itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat. Dan itu adalah persembahan Presiden Prabowo untuk keluarga yang paling tidak mampu," ujar Gus Ipul.

Ia juga mengajak seluruh kepala Sekolah Rakyat membangun budaya disiplin secara bertahap, terencana, dan konsisten. Salah satu langkah awal yang ditekankan adalah menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter yang dapat langsung dirasakan sejak hari pertama.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat dijadwalkan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Sebanyak 19 Sekolah Rakyat permanen akan memulai MPLS pada 14 Juli 2026.

Selanjutnya, 63 Sekolah Rakyat permanen pada 31 Juli 2026, delapan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Jabodetabek pada 15 Agustus 2026, serta 11 Sekolah Rakyat permanen pada gelombang terakhir yang dimulai 31 Agustus 2026.

(Anggi Tondi)