Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Ditargetkan Rampung 2027

Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kamis, 24 September 2026. (Dok. DISKOMINFO KEPRI)

Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Ditargetkan Rampung 2027

Duta Erlangga • 25 September 2026 11:55

Tanjungpinang: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura meresmikan dimulainya pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis, 24 September 2026.

Groundbreaking tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan museum dan monumen ini diarahkan untuk memperkuat pelestarian sejarah Melayu sekaligus mengenalkan perjalanan bahasa Indonesia kepada generasi muda.

Tito mengatakan bahasa Melayu memiliki perjalanan panjang sebagai bahasa pengantar di kawasan Nusantara sebelum berkembang menjadi salah satu akar bahasa Indonesia.

“Karena mudah dipelajari dan sudah banyak digunakan, kemudian disepakati dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai bahasa Indonesia,” kata Tito.


Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. (Dok. DISKOMINFO KEPRI)

Menurut Tito, keputusan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan merupakan bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Terlebih, Sumpah Pemuda diikrarkan ketika Indonesia belum merdeka.

“Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Padahal waktu itu Indonesia belum merdeka,” ujarnya.


Diperkuat dengan Konten Sejarah


Pemprov Kepri menempatkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali posisi sejarah Melayu dalam perjalanan perkembangan bahasa nasional.

Pulau Penyengat dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan Melayu.


Animasi bangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat (Dok. Dinas PUPP Kepri)

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah juga akan memperkaya konten sejarah dan budaya yang nantinya disajikan di museum agar lebih mudah dipahami dan diterima generasi muda.

“Simbol-simbolnya sudah kita bangun. Konten-konten monumental itu yang harus kita perkaya, terutama agar generasi muda benar-benar mencintai budayanya sejalan dengan perkembangan teknologi,” ujar Ansar.

Ansar menargetkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional rampung pada akhir 2027. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan bertepatan dengan momentum 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

“Kalau kalender kerja kita, InsyaAllah akan kita selesaikan pada akhir 2027. Awal 2028 bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda,” kata Ansar.
 

Peringatan 24 Tahun Kepri


Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam upacara peringatan yang digelar di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Ansar mengatakan pembangunan Kepri ke depan perlu tetap bertumpu pada kolaborasi masyarakat sekaligus kekuatan sejarah dan budaya daerah.

“Momentum ini merupakan refleksi bersama atas perjalanan panjang dan menuntut kita untuk senantiasa bergandengan tangan, memperkuat kebersamaan, serta mengesampingkan perbedaan demi merawat amanah negeri,” ujar Ansar.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar juga menyampaikan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Kepri. Ia menyebut Kepri telah meraih 112 penghargaan nasional dan internasional, di antaranya pengakuan pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 16 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hingga 2025.
 
Pemprov Kepri juga memberikan penghargaan kepada 25 penerima dalam rangkaian Hari Jadi ke-24 serta menyerahkan bantuan keuangan khusus kepada lima kabupaten/kota.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat menjadi salah satu agenda yang menghubungkan pembangunan daerah dengan upaya pelestarian sejarah dan budaya Melayu.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan bahasa Melayu hingga menjadi bahasa persatuan Indonesia.

(Rosa Anggreati)