KEK Industropolis Batang Dorong Pengembangan Potensi Budaya Lokal

KEK Industropolis Batang dorong pengembangan potensi budaya lokal. Foto: KEK Industropolis Batang.

KEK Industropolis Batang Dorong Pengembangan Potensi Budaya Lokal

Husen Miftahudin • 21 September 2026 23:16

Batang: Kearifan lokal Alas Roban diangkat melalui Sendratari Wanara Alas Roban yang dipentaskan di Taman Tematik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Pementasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya lokal di tengah pengembangan kawasan industri.

Sendratari tersebut mengangkat legenda Alas Roban melalui perpaduan seni pertunjukan, budaya, dan lanskap kawasan. Tokoh Wanara dalam cerita menjadi simbol kesetiaan, keberanian, kebijaksanaan, serta harmoni antara manusia dan alam. Pementasan juga diarahkan untuk memperkenalkan kembali cerita lokal dalam bentuk seni pertunjukan yang dapat diterima oleh masyarakat dan generasi saat ini.

Pementasan Sendratari Wanara Alas Roban juga membawa pesan mengenai pengembangan potensi lokal dan ekosistem seni pertunjukan. Cerita Alas Roban dikemas melalui pertunjukan yang memadukan unsur budaya dengan perkembangan kawasan di sekitar KEK Industropolis Batang.

Selain sebagai kegiatan seni, pementasan tersebut memperkenalkan Taman Tematik dan Bukit Srawung sebagai ruang publik di kawasan KEK Industropolis Batang. Taman Tematik dan Bukit Srawung diperkenalkan sebagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, rekreasi, dan aktivitas masyarakat.

Pengembangan ruang publik tersebut menjadi bagian dari konsep pengembangan KEK Industropolis Batang yang memperhatikan keterhubungan antara lingkungan, masyarakat, dan aktivitas kawasan.
 


Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Marfan Trihartiko mengatakan pengembangan kawasan industri perlu berjalan beriringan dengan penyediaan ruang untuk kegiatan seni dan budaya.

"Kami tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membangun peradaban kota yang tak lepas dari seni dan budaya. Ruang-ruang di sini didedikasikan sebagai panggung berekspresi bagi seniman Jawa Tengah dan Indonesia, yang ke depannya akan terus kami hidupkan," jelas Marfan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.

Menurut Marfan, ruang tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus membuka ruang interaksi masyarakat dengan kegiatan seni dan budaya.


(Sendratari Wanara Alas Roban yang dipentaskan di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah. Foto: dok KEK Industropolis Batang)
 

Libatkan komunitas seni lokal


Sendratari Wanara Alas Roban melibatkan sejumlah komunitas budaya lokal, antara lain Sanggar Sekar Jangkep, Sanggar Sahitya, Sanggar Jagadhita, Sanggar Merti Desa, Komunitas Gandewa, Sanggar Putra Budaya, dan Sanggar Prastikasmara.

Keterlibatan berbagai komunitas tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mengangkat cerita dan budaya lokal Alas Roban melalui seni pertunjukan. Pementasan ini juga menempatkan potensi budaya sebagai salah satu unsur dalam pengembangan kawasan dan kegiatan pariwisata di Kabupaten Batang.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara mendorong agar pengembangan kawasan industri tetap memiliki ruang bagi kegiatan budaya, seni, dan aktivitas masyarakat. Dengan demikian, potensi lokal Alas Roban tidak hanya menjadi bagian dari cerita masyarakat, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui kegiatan seni dan pariwisata.

(Husen Miftahudin)