Lebih dari 30.000 Lampu Nuansa Ramadan Terangi Coventry Street London

Lampu warna-warni menghiasi Coventry Street di London, Inggris, dalam rangka merayakan Bulan Suci Ramadan. (Anadolu Agency)

Lebih dari 30.000 Lampu Nuansa Ramadan Terangi Coventry Street London

Willy Haryono • 15 February 2026 16:43

London: Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, pertunjukan lampu Ramadan pertama dan terbesar di Inggris kembali menerangi Coventry Street di London, menarik perhatian publik dan pengunjung.

Lampu Ramadan kembali menghiasi jantung kawasan West End, ketika Wali Kota London Sadiq Khan pada Jumat kemarin turut ambil bagian dalam perayaan penyalaan lampu menjelang bulan suci Ramadan.

Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 15 Februari 2026, lebih dari 30.000 lampu LED hemat energi akan menyala setiap malam mulai pukul 17.00 hingga 05.00 waktu setempat hingga akhir Ramadan.

Selama bulan suci, instalasi tersebut menampilkan tulisan “Happy Ramadan,” sebelum berganti menjadi “Happy Eid” pada bulan berikutnya.

Lampu Ramadan kembali digelar untuk tahun keempat, dengan banyak orang mengunjungi Coventry Street untuk melihat dan berfoto di lokasi tersebut.

Heather, seorang perempuan berusia 60-an tahun, mengatakan kepada Anadolu bahwa ia menganggap lampu-lampu itu “indah.”

“Saya pikir sangat bagus bahwa kita bisa merayakan semua agama dan benar-benar inklusif di London. Ini luar biasa, sangat menyenangkan untuk dilihat,” ujarnya.

Heather menambahkan bahwa berbagai kebangsaan dan agama ada di London, dan ia senang melihat semua orang merayakannya.

'Kota yang Sangat Beragam'

Sementara itu, Dylan, seorang pemuda Kristen berusia 18 tahun, mengatakan: “Meski saya percaya Inggris adalah negara Kristen, saya juga berpikir bahwa London adalah kota yang sangat beragam.”

Dylan mengatakan ia percaya penting untuk mencintai sesama yang berasal dari latar belakang agama berbeda.

“Mungkin kadang kita tidak sepakat dengan seseorang, tetapi sebagai seorang Kristen, saya percaya setidaknya kita harus menghormati orang untuk berpikir sesuai keyakinannya,” katanya.

“Saya seorang Kristen. Saya memiliki teman-teman Muslim yang bersama saya hari ini. Ini semua tentang persahabatan. Begitulah saya melihatnya,” tambahnya.

Ramsha, warga London lainnya, juga mengatakan bahwa ia merasa bahagia ketika melihat lampu Ramadan.

“Ada banyak umat Muslim di London, dan melihat tradisi serta agama kami dirayakan membuat kami merasa sangat dilibatkan, dan tampilannya juga sangat indah,” ujarnya.

Ramsha menambahkan bahwa ia juga datang untuk melihat lampu Natal, dan meyakini banyak non-Muslim juga datang untuk melihat lampu Ramadan “karena tampilannya indah dan membuat orang merasa bahagia.”

“Bagi orang yang belum mengetahui tentang Ramadan, ini cara yang baik bagi mereka untuk mengetahui bahwa ... ada perayaan umat Muslim yang sedang berlangsung saat ini.”

Baca juga:  Kisah Perempuan Gaza Buat Lentera Ramadan dari Selimut Bantuan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)