Iran Nyatakan Kondisi Aman usai Kerusuhan, Polisi Sebut Ada Unsur Teroris

Kondisi arus lalu lintas di salah satu sudut kota Teheran, Iran. (Anadolu Agency)

Iran Nyatakan Kondisi Aman usai Kerusuhan, Polisi Sebut Ada Unsur Teroris

Willy Haryono • 10 January 2026 17:44

Teheran: Situasi di seluruh Iran dilaporkan telah kembali tenang sehari setelah terjadinya kerusuhan publik yang meluas. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi pada Jumat, 9 Januari 2026.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah tenang,” kata Al-Mahdi, seperti dikutip kantor berita IRNA dan Antara, Sabtu, 10 Januari 2026.

Al-Mahdi menjelaskan bahwa hanya terdapat sejumlah kecil insiden di beberapa kota yang melibatkan kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai “teroris."

Aksi protes di Iran mulai pecah pada akhir Desember di tengah melemahnya mata uang lokal, rial Iran. Para pengunjuk rasa memprotes gejolak tajam nilai tukar serta dampaknya terhadap harga grosir dan eceran.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap otoritas Iran. Pada Jumat, Trump mengatakan bahwa Washington akan terlibat dan akan “menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka” jika terdapat pengunjuk rasa yang terbunuh selama kerusuhan di Iran.

Sebelumnya pada hari yang sama, media Iran melaporkan bahwa para pengunjuk rasa merusak properti pribadi dan fasilitas negara di Teheran. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyebutkan adanya serangan terhadap fasilitas pasukan keamanan pada 8 Januari, termasuk pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap sejumlah bank.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tidak merinci apakah korban berasal dari pihak pengunjuk rasa atau aparat keamanan.

Iran saat ini tengah menghadapi periode inflasi tinggi, dengan Bank Sentral menetapkan tingkat inflasi tahunan sebesar 38,9 persen. Nilai tukar dolar AS di pasar tidak resmi, yang berada di kisaran 50.000 rial sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini melonjak menjadi sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.

Baca juga:  Protes Iran Dipicu Krisis Ekonomi, Uni Eropa Angkat Suara

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)