Protes Iran Dipicu Krisis Ekonomi, Uni Eropa Angkat Suara

Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas protes massal di Iran yang dipicu krisis ekonomi dan melemahnya nilai tukar rial Iran. (Anadolu Agency)

Protes Iran Dipicu Krisis Ekonomi, Uni Eropa Angkat Suara

Willy Haryono • 10 January 2026 13:27

Brussels: Uni Eropa menyatakan tengah memantau secara ketat perkembangan situasi di Iran, menyusul aksi protes massal yang disertai kekerasan dan telah berlangsung sejak akhir Desember. Hal tersebut disampaikan juru bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, dalam pengarahan pers pada Jumat.

“Kami memantau secara saksama situasi di Iran, termasuk perkembangan terbaru di wilayah barat daya negara itu. Kami menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban tewas dan luka-luka, serta menolak segala bentuk kekerasan terhadap demonstran damai,” kata El Anouni, dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026.

Gelombang protes di Iran dipicu oleh tekanan ekonomi yang memburuk, khususnya melemahnya nilai tukar rial Iran terhadap mata uang asing. Para demonstran memprotes volatilitas tajam nilai tukar yang berdampak langsung pada lonjakan harga barang di tingkat grosir maupun eceran.

Sebelumnya pada Jumat, media Iran melaporkan terjadinya kerusakan pada sejumlah properti milik negara dan swasta di Teheran akibat aksi unjuk rasa. Alireza Zakani menyebut adanya serangan terhadap fasilitas aparat keamanan pada 8 Januari, termasuk pembakaran bus dan mobil pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap sejumlah bank.

Televisi pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut, meski tidak merinci jumlah maupun identitas pihak yang menjadi korban.

Iran saat ini menghadapi tekanan ekonomi berat di tengah inflasi tinggi. Central Bank of Iran mencatat tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen.

Nilai tukar dolar AS di pasar nonresmi juga terus melemah tajam. Jika sebelum penarikan Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 nilai tukar berada di kisaran 50.000 rial per dolar AS, kini kurs di pasar terbuka dilaporkan telah melonjak hingga sekitar 1,4 juta rial per dolar AS.

Baca juga:  Semakin Meluas, Setidaknya 217 Orang Dilaporkan Tewas dalam Protes Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)