Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group melakukan pembukaan akses jalan di Desa Sekumur, Kebupaten Aceh Tamiang (Foto:Dok.MetroTV)
Solidarity for Humanity Jhonlin Group Buka Akses Desa Terparah Terdampak Bencana Sumatra 2025
Rosa Anggreati • 26 February 2026 19:31
Aceh Tamiang: Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group kembali melakukan pembukaan akses jalan di Provinsi Aceh. Kali ini tim bekerja di Desa Sekumur, Kebupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang kondisinya sempat terisolasi akibat bencana Sumatra pada November 2025.
Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group kembali membuka akses jalan di Provinsi Aceh sebagai bentuk bantuan untuk pemulihan pascabencana. Tim kali ini bergerak cepat memulihkan akses di Desa Sekumur. Kehadiran alat berat milik Jhonlin Group menjadi kunci terbukanya kembali jalur vital yang sebelumnya tertutup lumpur dan tumpukan kayu gelondongan, sehingga kampung tersebut terisolasi dari distribusi bantuan.
Desa Sekumur tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah dalam bencana Sumatra. Dari sekitar 276 rumah warga, hanya tersisa 8 unit dengan kondisi rusak berat, sementara sisanya hancur tersapu arus. Akses jalan yang tertimbun lumpur dan kayu besar membuat warga kesulitan keluar masuk kampung, sekaligus menghambat kedatangan bantuan kemanusiaan.
"Hampir 300 rumah yang tersisa kurang lebih sekitar 8 rumah saja, selebihnya habis tersapu oleh banjir bandang. Di sini juga keterlambatan bantuan dikarenakan akses yang sangat sulit dan lumayan jauh dari ibu kota/kabupaten. Ditambah dengan yang namanya kesulitan-kesulitan pengiriman alat berat dikarenakan ada beberapa tempat jalan utama mengalami longsor.
Ini yang menjadi kendala di sini," ucap Kapten Tim Rescue Jhonlin Group, Rahmatullah.
Kehadiran Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group beserta alat berat untuk membuka akses jalan ini sangat terasa manfaatnya. Masyarakat setempat pun mengucapkan terima kasih yang diwakili oleh Sofian Iskandar selaku Datuk Penghulu Desa Sekumur.
"Kami, masyarakat Sekumur, mengucapkan terima kasih atas kehadiran alat berat Jhonlin Group hadir ke desa kami. Itu sangat membantu, Pak. Karena kalau tidak ada pun alat itu, mungkin akses kami tidak terbuka, Pak," tutur Sofian Iskandar.
Banyaknya tumpukan material sisa banjir berupa kayu gelondongan yang menutup akses jalan, diakui Sofian Iskandar, menghalangi akses menuju Desa Sekumur.
"Karena Bapak lihat sendiri, semua pemukiman kami ditumpuk oleh gelondongan. Arah ke sungai, jalur ke sungai, jalan kami pada umumnya biasanya itu gelondongan semua. Terbukanya akses jalan ini diharapkan mempercepat pemulihan kehidupan warga, serta penyaluran bantuan lanjutan pascabencana," ujarnya.
Pembukaan akses jalan di Desa Sekumur menjadi langkah krusial dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan terbukanya jalur vital tersebut, distribusi bantuan kemanusiaan kini dapat berjalan lebih lancar dan aktivitas warga perlahan kembali bergerak.
Kehadiran Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group bukan hanya menghadirkan alat berat, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat yang sempat terisolasi. Upaya ini diharapkan menjadi titik awal bangkitnya Desa Sekumur, sekaligus memperkuat sinergi kemanusiaan dalam menghadapi dampak bencana Sumatra.