Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (EPA-EFE)
Dewan Keamanan Iran Bertekad 'Bangkit Melawan Penindas' usai Kematian Khamenei
Willy Haryono • 1 March 2026 09:41
Teheran: Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan menjadi awal dari “kebangkitan dalam melawan para penindas.”
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan di televisi pemerintah, SNSC menyebut kematian Khamenei sebagai “syahid” dan secara langsung menyalahkan Amerika Serikat serta Israel atas serangan yang menewaskannya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa “syahidnya” Khamenei akan menjadi titik awal perlawanan baru Iran terhadap musuh-musuhnya.
Televisi pemerintah Iran kemudian menayangkan foto Khamenei dengan lantunan Al-Qur’an dan simbol berkabung, memperkuat narasi resmi negara atas kematiannya.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putrinya, menantu, dan cucunya, turut tewas dalam serangan tersebut.
Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran juga melaporkan kemungkinan korban tambahan dari anggota keluarga lainnya.
Pernyataan SNSC disampaikan usai konfirmasi kematian Khamenei, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu kemarin.
Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sama-sama yakin Khamenei telah tewas dalam serangan udara besar di Teheran.
Baca juga: Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei