Saham AS Pulih, Dow Jones Raup Cuan Berlimpah

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Wang Ying.

Saham AS Pulih, Dow Jones Raup Cuan Berlimpah

Husen Miftahudin • 24 March 2026 07:46

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street mencatatkan pertumbuhan yang solid pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Laporan tentang potensi kemajuan diplomatik di Timur Tengah memicu penurunan tajam harga minyak dan menghidupkan kembali selera risiko investor.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 24 Maret 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,38 persen menjadi 46.208,47. Indeks S&P 500 bertambah 1,15 persen menjadi 6.581. Indeks Nasdaq Composite meningkat 1,38 persen menjadi 21.946,76. Pada puncak intraday mereka, ketiga indeks utama tersebut telah menguat lebih dari dua persen.
 
Kesebelas sektor utama S&P 500 semuanya berakhir positif. Sektor barang konsumsi non-esensial dan material memimpin kenaikan, masing-masing sebesar 2,46 persen dan 1,49 persen. Sektor kesehatan mencatat pertumbuhan terlemah, hanya naik sebesar 0,03 persen.
 
Sentimen pasar berubah drastis setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial dimana AS dan Iran telah terlibat dalam 'percakapan yang sangat baik dan produktif' selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian total permusuhan di Timur Tengah.
 
Trump telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Namun, media pemerintah Iran kemudian membantah telah terjadi negosiasi apa pun.
 

Baca juga: Kontrak Berjangka Saham AS Jeblok di Tengah Ancaman Trump Buka Kembali Selat Hormuz


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Harga minyak turun, saham langsung 'unjuk gigi'

 
Adapun harga minyak berjangka turun tajam setelah melonjak di pagi hari. Harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), anjlok 10,28 persen menjadi USD88,13 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah acuan global, Brent, turun di bawah USD100 per barel setelah mencapai lebih dari USD113 pada perdagangan pra-pasar.
 
Penurunan tajam biaya energi memicu lonjakan luas pada saham sektor perjalanan dan rekreasi. Saham maskapai penerbangan utama AS, termasuk Delta Air Lines, United Airlines, dan American Airlines, bersama dengan operator kapal pesiar Carnival, Royal Caribbean, dan Norwegian Cruise Line, semuanya mengalami kenaikan signifikan.
 
Di sektor teknologi, tujuh saham raksasa "Magnificent Seven" pulih setelah ditutup lebih rendah selama tiga sesi berturut-turut, dengan Tesla memimpin kenaikan kelompok tersebut sebesar 3,5 persen.
 
Terlepas dari optimisme pasar hari ini, beberapa lembaga keuangan tetap mempertahankan pandangan ekonomi yang hati-hati. Ekonom Goldman Sachs pada hari Senin menaikkan probabilitas resesi AS menjadi 30 persen, naik dari 25 persen minggu lalu, dengan alasan dampak ekonomi yang lebih luas dari volatilitas harga minyak baru-baru ini.
 
Kepala ekonom Goldman Sachs Jan Hatzius mencatat revisi ke atas terhadap perkiraan minyak dan gas perusahaan tersebut diperkirakan akan meningkatkan inflasi utama global sekitar satu poin persentase dan mengurangi pertumbuhan produk domestik bruto global sebesar 0,4 poin persentase.
 
"Meskipun dampak sektor energi terhadap pertumbuhan AS kemungkinan kecil, hal ini bertepatan dengan kondisi keuangan yang lebih ketat dan berkurangnya dorongan fiskal di semester kedua," tulis Hatzius.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)