Ilustrasi lalu lintas/Foto MI
Kecelakaan Arus Mudik Lebaran di Aceh Turun
Lukman Diah Sari • 31 March 2026 09:46
Banda Aceh: Direktorat Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 hanya 47 peristiwa. Jumlah itu menurun dibandingkan Lebaran 2025.
"Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang arus mudik ini mengalami penurunan, syukur alhamdulillah," kata Dirlantas Polda Aceh, Kombes Deden Supriyatna Imhar dalam jumpa mudik Idul Fitri, di Banda Aceh, Senin, 30 Maret 2026, melansir Antara.
Deden menyebutkan, pada mudik lebaran tahun ini jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 47 kejadian. Sedangkan pada 2025 lalu, mencapai 73 peristiwa lakalantas.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela alam jumpa mudik Idul Fitri, di Banda Aceh, Senin (30/3/2026). ANTARA/Rahmat Fajri
Menurut dia, menurunnya lakalantas pada lebaran tahun ini karena adanya program-program mudik gratis dari berbagai unsur pemerintah, sehingga berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas. Tanpa program gratis tersebut, masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik, yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalan dan memicu kemacetan.
Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut. Karena, seluruh armada bus atau angkutan umum lain yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan, termasuk kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi.
"Apresiasi kami Pemerintah Aceh, khususnya Dishub Aceh yang telah menyelenggarakan mudik gratis. Program ini sangat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas," ujar dia.
"Hal ini terjadi karena ada beberapa hal, yaitu adanya out of control (tidak terkendali), kecelakaan lalu lintas fatal yang diakibatkan kecepatan tinggi, kemudian tidak menggunakan helm," jelas dia.
Deden menyebutkan, terdapat beberapa wilayah yang paling tinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas, yakni Kota Banda Aceh, lalu Aceh Jaya, dan Aceh Timur. Bahkan lokasi yang tidak disangka karena sepi, seperti Aceh Tenggara, tahun ini ada dua korban meninggal dunia akibat lakalantas.
Dia menerangkan bahwa tingkat kerawanan kecelakaan setiap tahunnya berbeda, seperti Kabupaten Aceh Timur, pada 2025 menjadi daerah paling rawan. Tetapi hari ini berada di posisi ketiga setelah Banda Aceh dan Aceh Jaya.
"Petugas kami di lapangan sudah berupaya keras untuk menempati posisi-posisi yang dikategorikan sebagai black spot, lokasi-lokasi rawan terjadi kecelakaan lalu lintas," ujar Deden.