Doa Meminta Hujan Saat Musim Kemarau

Ilustrasi: Denniz Futalan/Pexels

Doa Meminta Hujan Saat Musim Kemarau

Riza Aslam Khaeron • 23 August 2026 07:00

Jakarta: Sumur yang mulai mengering, tanah sawah yang retak-retak, dan udara panas yang membakar kulit menjadi pemandangan yang kian akrab di berbagai daerah belakangan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Sebanyak 48,84 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada Agustus, disusul 25,41 persen wilayah daratan lainnya pada September.

Kondisi ini kian diperparah oleh fenomena El Nino yang berpotensi membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dan berlangsung lebih panjang daripada biasanya.

Ketika hujan yang dinanti menjadi barang langka, Islam mengajarkan umatnya untuk kembali menengadahkan tangan dan memohon pertolongan Allah SWT melalui doa.
 

Doa Meminta Hujan

Berdasarkan Keputusan Muktamar Tarjih XX di Garut Muhammadiyah, pada tahun 1976, saat terjadi kekeringan dan krisis air, umat Islam dituntun untuk membaca doa berikut:



Artinya: "Ya Allah, berikanlah kami hujan yang lebat, menyegarkan, merata, deras, segera, dan tidak menyebabkan kerusakan."

Di samping memanjatkan doa, umat Islam juga diimbau untuk menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia di bumi.
  Fenomena perubahan iklim, pemanasan global, dan berbagai aktivitas manusia yang merusak alam turut memicu timbulnya cuaca ekstrem, termasuk kemarau panjang yang kita hadapi saat ini.
Oleh karena itu, ikhtiar spiritual melalui doa harus berjalan beriringan dengan langkah nyata dalam merawat dan melindungi alam.

(Riza Aslam Khaeron)