Zelensky: AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina karena Perang Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)

Zelensky: AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina karena Perang Iran

Muhammad Reyhansyah • 15 April 2026 14:35

Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negosiator perdamaian Amerika Serikat (AS) saat ini “tidak memiliki waktu untuk Ukraina” karena fokus tertuju pada perang dengan Iran, seraya mengeluhkan terganggunya pengiriman senjata dari Washington.

Dalam wawancara dengan penyiar publik Jerman ZDF, Zelensky mengatakan bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner yang terlibat dalam upaya perundingan dengan Rusia kini lebih banyak berfokus pada pembicaraan terkait Iran.

Ia menggambarkan keduanya sebagai sosok “pragmatis” yang berupaya menarik perhatian Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa tekanan yang cukup dari Amerika Serikat, Rusia tidak akan merasa terancam.

“Jika Amerika Serikat tidak memberikan tekanan pada Putin dan hanya melakukan dialog yang lunak dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi merasa takut,” ujarnya, dikutip dari TRT World, Rabu, 15 April 2026.

Upaya perundingan yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II itu disebut mengalami stagnasi sejak pecahnya perang Iran pada akhir Maret. Negosiator Rusia dan Ukraina juga belum kembali bertemu sejak Februari di Jenewa.

Zelensky menambahkan bahwa isu pengiriman senjata dari AS kini menjadi masalah besar bagi Ukraina.

“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat krusial, terutama untuk sistem pertahanan udara,” katanya.

Krisis Senjata Ukraina

Dalam konferensi pers di Norwegia, Zelensky menyoroti kekurangan rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2 sebagai salah satu tantangan utama.

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut sebagian besar diperoleh melalui program Prioritised Ukraine Requirements List (PURL), yang memungkinkan Ukraina menerima peralatan militer AS dengan pendanaan dari negara-negara Eropa.

“Sejak awal perang di Timur Tengah, kami sudah memahami bahwa akan ada tantangan,” ujarnya.

Zelenskyy juga mengakui bahwa pengiriman bantuan berjalan lambat dan menempatkan Ukraina dalam posisi sulit.

“Pengiriman datang secara lambat. Ini adalah posisi yang sangat sulit bagi kami,” katanya.

Kerja Sama Ukraina-Norwegia

Dalam kunjungan tersebut, Zelensky bertemu Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre. Keduanya mengumumkan penandatanganan deklarasi bersama untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan.

Pemerintah Norwegia menyatakan bahwa kerja sama tersebut mencakup penguatan industri pertahanan kedua negara, termasuk rencana produksi drone Ukraina di Norwegia.

Sebelumnya pada hari yang sama, Zelenskyy juga melakukan kunjungan ke Berlin dan bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz serta sejumlah pejabat tinggi untuk membahas perkembangan perang yang kini telah memasuki tahun kelima.

Kedua negara juga mengumumkan kemitraan strategis yang berfokus pada sektor pertahanan.

Baca juga:  Diplomasi Intensif Belum Jawab Dilema Perdamaian Ukraina-Rusia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)