Dokumentasi. Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika
Kalteng Diprediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Selama Sepekan
Silvana Febiari • 19 April 2026 20:12
Palangkaraya: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan.
"Kami mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, dilansir dari Antara, Minggu, 9 April 2026.
Wilayah di Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak bencana yang mungkin ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang tersebut. "Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang," ucap Chandra.
Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB). Pertumbuhan awan ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Jika warga melihat fenomena tersebut, maka diimbau agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," ujarnya.

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir. Pihaknya secara berkala selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.
Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan berbagai media sosial BMKG.