Para pendaki nekat di Gunung Merapi saat diperiksa di kantor kepolisian. Dokumentasi/Istimewa
Pendaki Ilegal Gunung Merapi Akui Beri Uang Pelicin ke Petugas
Ahmad Mustaqim • 14 April 2025 21:06
Yogyakarta: Para pendaki ilegal di Gunung Merapi sempat ditangkap aparat keamanan pada Minggu, 13 April 2025. Mereka mengaku memberikan uang untuk bisa mendaki gunung yang masih berstatus siaga tersebut.
"Mereka ini seperti ada yang mengoordinasi setelah sebelumnya dimintain biaya, dijanjikan (bisa naik Gunung Merapi)," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi dihubungi pada Senin, 14 April 2025.
Wahyudi mengatakan informasi itu menjadi salah satu hasil sementara pemeriksaan para pendaki ilegal tersebut. Namun demikian, Wahyudi mengaku belum mengetahui berapa nominal yang dibayarkan para pendaki tersebut.
"Kalau nominalnya belum tahu. Ini perlu kami dalami lagi," kata dia.
| Baca: Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diketahui Anggota Mapala UIN Surakarta |
Total ada 20 pendaki yang sempat ditangkap petugas. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dimintai keterangan. Dari mereka yang diperiksa, di antaranya anggota mahasiswa pecinta alam (Mapala) UIN Raden Mas Said Surakarta, 5 pelajar kelas III SMA, serta masyarakat biasa.
Ia mengungkapkan Balai TNGM akan kembali memeriksa pada pendaki pada Selasa, 15 April 2025. Menurut dia, petugas masih perlu menggali banyak keterangan dari pendaki saat diperiksa masih belum detail.
"Kami perlu mendalami pemeriksaan, kemarin ada yang belum menjawab detail. Keterangannya belum jelas, motif dan alasannya apa. Kami juga memanggil para orang tua pendaki," ujarnya.
Sementara, Wahyudi membantah adanya keterlibatan petugas ketika ditanya kepada siapa para pendaki itu membayar. Ia masih enggan menduga-duga orang yang menarik biaya tersebut.
"Nggak ada petugas (yang terlibat). Orang-orang yang naik jam 2 dini hari saat tidak ada petugas jaga," kata dia.