Asap dari pertempuran antara pasukan Yaman dan pemberontak Houthi. (Anadolu Agency)
WHO: Konflik Yaman Tewaskan Hampir 1.000 Orang, 198.000 Warga Mengungsi
Willy Haryono • 7 October 2026 17:03
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan dampak “menghancurkan” akibat konflik yang semakin intensif di Yaman, dengan hampir 1.000 orang tewas dan sekitar 198.000 lainnya mengungsi sejak terjadinya eskalasi terbaru.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan konflik yang meningkat juga menyebabkan lebih dari 4.200 orang terluka. Kondisi tersebut berlangsung di tengah wabah kolera dan campak.
“Konflik yang semakin meningkat di Yaman menimbulkan dampak yang menghancurkan. Hampir 1.000 orang tewas, lebih dari 4.200 orang terluka, dan hampir 198.000 orang mengungsi sejak eskalasi terbaru, di tengah wabah kolera dan campak,” kata Tedros melalui platform media sosial X yang dilansir Anadolu Agency, Rabu, 7 Oktober 2026.
Tedros mengatakan kebutuhan pendanaan mendesak WHO untuk Yaman meningkat lebih dari tiga kali lipat, dari US$9 juta menjadi USD31 juta, akibat meningkatnya kebutuhan.
“Kami segera menyerukan kepada para donor untuk meningkatkan dukungan. Nyawa bergantung pada bantuan kemanusiaan dan kesehatan,” ujar Tedros.
Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi kembali terjadi pada Juli dan menjadi pertempuran paling intens sejak periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB dimulai pada April 2022.
Pertempuran meningkat pada September ketika Houthi merebut sejumlah wilayah penting di Provinsi Al-Hudaydah dan Taiz, termasuk Kota Mokha yang strategis serta Pulau Mayyun yang menghadap Selat Bab el-Mandeb.
Eskalasi tersebut kembali memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman, sementara WHO menyerukan peningkatan dukungan pendanaan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan kemanusiaan yang terus meningkat.
Baca juga: Pasukan Yaman Klaim Rebut Puncak Gunung Strategis di Taiz dari Houthi