Kabut asap menyelimuti permukiman di Batam, Rabu (14/10), membuat kawasan perbukitan tampak samar. (MI/Hendri Kremer)
Kabut Asap Selimuti Batam, Jarak Pandang di Sejumlah Jalan Hanya 50 Meter
Hendri Kremer • 14 October 2026 15:43
Batam: Kabut asap tebal menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu, 14 Oktober 2026. Jarak pandang di sejumlah ruas jalan dilaporkan terbatas hingga sekitar 50 meter, bersamaan dengan kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 190,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB. Kabut mulai tampak pekat sejak pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut semakin terasa saat perjalanan dari kawasan Batu Aji menuju Batam Center. Jarak pandang di sejumlah titik diperkirakan hanya sekitar 100 meter, bahkan menyusut hingga 50 meter.
Kepala Humas BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan gabungan sebaran asap dari wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pergerakannya turut dipengaruhi oleh kondisi angin di Kepulauan Riau.
“Angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 3-15 kilometer per jam. Pergerakan asap menuju barat laut hingga timur laut, sehingga memang Kepri terkena sebaran asapnya,” katanya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Suratman menambahkan, jarak pandang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam tercatat mencapai 1.400 meter. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi operasional bandara dengan landasan pacu pendek.
“Ini sudah masuk waspada bagi bandara landasan pendek. Kalau untuk Batam sejauh ini masih aman,” ujarnya.
Kabut tebal juga menyelimuti kawasan pusat pemerintahan Kota Batam. Gedung Kantor Wali Kota Batam yang berada di seberang Gedung DPRD Kota Batam terlihat tertutup kabut. Sementara itu, gedung Pollux Habibie di kawasan Simpang Franky tampak samar dari kejauhan. Langit terlihat redup dengan sinar matahari yang tidak tampak jelas.
Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pengguna jalan. Pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang terbatas menyulitkan pemantauan kondisi lalu lintas di depan kendaraan. Mashita, 35, seorang pengendara di Sekupang, mengaku perlu lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang diselimuti kabut tebal.
“Kabut makin tebal, bawa kendaraan harus hati-hati,” ujarnya.
Selain berdampak pada jarak pandang, kualitas udara yang memburuk juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 327 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada 10 Oktober 2026 berdasarkan laporan sejumlah puskesmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, menyampaikan data tersebut pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kelompok usia 19-59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 145 kasus atau sekitar 44,3% dari total laporan harian.

Situasi kabut asap di pesisir Kota Makassar. Istimewa
Sementara itu, kelompok usia 5-9 tahun dan 10-18 tahun masing-masing mencatat 55 kasus. Pada kelompok balita di bawah lima tahun terdapat 50 kasus, sedangkan warga berusia di atas 60 tahun mencatat 22 kasus.
Catatan harian Dinas Kesehatan Kota Batam menunjukkan jumlah kasus ISPA mengalami perubahan sepanjang Oktober. Pada 1 Oktober tercatat 480 kasus, kemudian turun menjadi 345 kasus pada 2 Oktober dan 339 kasus pada 3 Oktober.
Jumlah kasus kembali meningkat menjadi 473 pada 5 Oktober, sebelum turun menjadi 438 kasus pada 6 Oktober dan 412 kasus pada 7 Oktober. Pada 8 Oktober tercatat 419 kasus, kemudian menurun menjadi 318 kasus pada 9 Oktober dan naik menjadi 327 kasus pada 10 Oktober.
Melda mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel polutan.
“Kami mengimbau jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan,” katanya.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga asupan cairan dan pola makan serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan. Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan perlu memberi perhatian lebih terhadap risiko paparan asap.
Di tengah terbatasnya jarak pandang, pengendara juga diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi jalan. Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama ketika melintasi ruas jalan yang tertutup kabut tebal.