Arsip Foto - Petugas menimbang berat badan anak balita di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Matabubu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (15/1/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym/am)
IDAI Ingatkan Risiko Infeksi Salmonella bila Bayi Diberi Telur Mentah
Atalya Puspa • 12 October 2026 12:14
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi. Sebab, telur mentah berisiko menyebabkan bayi terkena infeksi bakteri Salmonella.
“Telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak, terutama karena risiko keamanan pangan,” ungkap Pengurus Pusat IDAI dalam keterangan resmi, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 12 Oktober 2026.
Infeksi tersebut dapat menimbulkan diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi berisiko lebih berat dan dapat memicu komplikasi serius.
Telur dapat diperkenalkan sebagai bahan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi siap menerima makanan. Teksturnya harus disesuaikan dengan kemampuan makan bayi.
IDAI juga menyatakan pemberian telur tidak perlu ditunda hingga anak berusia satu tahun semata-mata untuk mencegah alergi, kecuali terdapat pertimbangan medis khusus.
Selain mengingatkan risiko telur mentah, IDAI menegaskan MPASI secara umum mulai diberikan saat bayi berusia enam bulan. Rekomendasi tersebut sejalan dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Pada usia tersebut, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai melampaui yang dapat dipenuhi ASI saja. Pemberian ASI tetap dilanjutkan bersama MPASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih," ujar IDAI.
Dalam kondisi tertentu, MPASI dapat dipertimbangkan sejak usia empat bulan atau 17 minggu berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi. Namun, pemberian MPASI sebelum usia empat bulan tidak dianjurkan.
Kesiapan bayi menerima MPASI antara lain ditandai kemampuan menjaga posisi kepala dan leher, duduk dengan bantuan, serta menelan makanan sesuai teksturnya. Kesiapan tersebut harus dinilai secara menyeluruh untuk mengurangi risiko tersedak dan gangguan makan.

Gejala terinfeksi Salmonella. Foto: Metro TV.
IDAI tetap merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Bayi yang belum mendapatkan MPASI tidak memerlukan makanan atau minuman tambahan, termasuk air putih, jus, dan kaldu.
Apabila ASI tidak memungkinkan diberikan atau terdapat indikasi medis, susu formula dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan. IDAI mengimbau orang tua menjaga kebersihan pengolahan makanan, mencegah kontaminasi silang, serta tidak menggunakan telur yang retak atau rusak.
Untuk hidangan berbahan telur yang tidak dimasak sempurna, gunakan telur yang telah dipasteurisasi sesuai standar keamanan pangan. Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan dokter jika ragu mengenai waktu pemberian MPASI, kesiapan makan bayi, atau pilihan makanan yang aman.