Keberangkatan Ratusan Jemaah Umrah Makassar Ditunda Imbas Serangan di Bandara Riyadh

Kepala Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 12 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.

Keberangkatan Ratusan Jemaah Umrah Makassar Ditunda Imbas Serangan di Bandara Riyadh

Muhammad Syawaluddin • 12 October 2026 16:42

Makassar: Ratusan jemaah umrah asal Makassar batal berangkat ke Tanah Suci menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Kepala Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan penundaan ini dipicu eskalasi konflik dan serangan di bandara tersebut.

"Satu jam yang lalu, kami terima informasi dari bandara bahwa ada beberapa jemaah yang tertunda pemberangkatannya. Setelah kami cek di lapangan, ternyata pemberangkatan jemaah umrah tertunda dampak dari eskalasi politik di Saudi," katanya, di Sulawesi Selatan, Senin, 12 Oktober 2026.

Serangan dilaporkan hanya terjadi di satu bandara. Namun, keberangkatan jemaah umrah dari Makassar ditunda sementara demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Karena umrah tujuannya ke Saudi, nah ini pemerintah Saudi yang lagi diserang oleh pihak tertentu. Makanya jemaah umrah kami di Sulsel juga berdampak. Pemberangkatan tadi sampai saat ini masih tertunda sampai waktu yang belum ditentukan," jelasnya.

Jumlah jemaah umrah yang terdampak penundaan belum dapat dipastikan. Setiap jadwal pemberangkatan biasanya mencakup sekitar 430 jemaah.

"Dalam seminggu ada empat kali, empat kali pemberangkatan, ya. Dalam satu pemberangkatan menampung 430 seat. Nah, kemungkinan jemaah kita yang berdampak ini sekitar 430 seat," ungkapnya.

Berdasarkan data yang ada, penerbangan dari Makassar ke Jeddah saat ini terisi penuh. Oleh karena itu, ratusan jemaah umrah diperkirakan terdampak penundaan keberangkatan.

"Karena kita ketahui bersama bahwa penerbangan direct dari Makassar langsung ke Jeddah itu full-full sampai saat ini," ucapnya.


Asap hitam dari serangan terhadap Bandara di Riyadh, Arab Saudi. Foto: Anadolu


Penundaan tidak hanya berdampak pada jemaah yang hendak berangkat ke Tanah Suci. Jemaah yang telah menyelesaikan ibadah umrah juga tertunda kepulangannya untuk sementara waktu.

Ikbal menegaskan pihaknya akan membantu jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya. Jika kondisi di Arab Saudi membaik, pihaknya akan berkoordinasi dengan biro travel untuk mengatur keberangkatan kembali.

"Intinya kami akan memfasilitasi jemaah-jemaah yang tertunda ini dan menyampaikan ke PPU-nya untuk memberangkatkan selanjutnya apabila eskalasi politik di Saudi sudah menurun," ujarnya. 

Sebelumnya, serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang. Serangan ini juga memicu penangguhan pengoperasian bandara.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan peristiwa ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di negara kerajaan itu. Pihak berwenang berupaya memastikan jumlah korban luka.

Pengoperasian bandara untuk sementara dihentikan sambil menunggu penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan.

(Silvana Febiari)