Energi Hijau Diproyeksi Serap 5,3 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Tumbuh 2-3%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah

Energi Hijau Diproyeksi Serap 5,3 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Tumbuh 2-3%

Eko Nordiansyah • 29 September 2026 20:18

Jakarta: Pemerintah memproyeksikan sektor energi hijau dapat menyerap hingga 5,3 juta tenaga kerja pada 2029. Pengembangan sektor tersebut juga dinilai berpotensi memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebanyak dua hingga tiga persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan energi hijau seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, industri, hingga konversi energi membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang berbeda.

”Energi hijau ini butuh tenaga kerja yang berbeda dan tenaga kerja ini di tahun 2029 diperkirakan di sektor ini bisa mempekerjakan 5,3 juta orang,” ucap Airlangga dalam acara Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja terampil tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan begitu, pemerintah melanjutkan sejumlah program termasuk magang dan vokasi yang ditarget mencakup 550 ribu peserta.


(Ilustrasi. Foto: Dok PLN)

Tambah pertumbuhan ekonomi 2-3%

Airlangga menyebut penyerapan tenaga kerja di sektor energi hijau juga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat terjadi apabila terdapat investasi yang masuk dan pengerjaan proyek di dalam negeri.

”Kalau 5,3 juta orang bisa bekerja di sektor ini, tentu bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sampai dua hingga tiga persen. Maka kalau ini bekerja secara masif, investment-nya masuk dan dikerjakan di dalam negeri, maka dua sampai tiga pertumbuhan bisa terjumlah,” ucap Airlangga.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini telah mencapai 5,45 persen. Dengan adanya investasi dan pengembangan sektor energi hijau yang dilakukan di dalam negeri, sektor tersebut dapat memberikan nilai tambah pada pertumbuhan ekonomi. (Tiaranissa Juliansyah)

(Eko Nordiansyah)