Sekjen NATO Mark Rutte. (Anadolu Agency)
Sekjen NATO Tegaskan Skema Berbagi Intelijen AS-Ukraina Masih Berlanjut
Willy Haryono • 14 October 2026 18:09
Tallinn: Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pertukaran intelijen antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina masih berlangsung. Pernyataan tersebut merujuk pada keterangan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kerja sama intelijen kedua negara tidak dihentikan.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Estonia Kristen Michal di Tallinn, Rabu, 14 Oktober 2026, Rutte mengatakan Trump telah menjelaskan bahwa pertukaran intelijen tetap berjalan.
“Saya kira presiden sudah sangat jelas kemarin ketika berbicara singkat dengan media saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri acara kampanye. Ia mengatakan bahwa pertukaran intelijen tidak dihentikan,” kata Rutte.
Pernyataan itu disampaikan ketika Rutte menjawab pertanyaan mengenai apakah dirinya telah berbicara dengan Trump setelah muncul laporan bahwa SpaceX mengurangi kecepatan layanan Starlink bagi pengguna di Ukraina.
Rutte mengatakan negara-negara anggota NATO perlu meningkatkan dukungan kepada Ukraina, terutama dalam pertahanan udara, menjelang musim dingin dan di tengah agresi Rusia yang terus berlanjut.
Ia menegaskan tindakan Rusia tidak akan melemahkan tekad aliansi untuk mendukung Ukraina.
“(Presiden Rusia Vladimir) Putin berusaha melemahkan tekad kami dan menghentikan dukungan kami kepada Ukraina, tetapi Rusia gagal. Rusia gagal di medan perang di Ukraina, dan kami tidak akan terintimidasi,” ujar Rutte.
Ia juga menyebut dugaan aktivitas hibrida Rusia sebagai tanda “kelemahan."
Menurut Rutte, NATO telah mempersiapkan diri menghadapi ancaman hibrida dan siber dari Rusia serta memiliki sejumlah opsi untuk meresponsnya. Namun, ia menegaskan tidak semua langkah tersebut akan diumumkan kepada publik.
Ketika ditanya apakah Rusia mungkin menyerang negara anggota NATO, Rutte mengatakan aliansi tersebut tidak melihat adanya ancaman langsung terhadap wilayahnya.
Ia menegaskan NATO akan membela negara-negara anggotanya, tetapi tetap berpegang pada prinsip pertahanan. “Kami tidak akan pernah melancarkan serangan terhadap pihak lain karena hal itu bukan kepentingan kami,” pungkas Rutte.
Baca juga: NATO Tingkatkan Patroli Udara di Polandia Dekat Kaliningrad Rusia