Pemkab Bangka Selatan Usulkan Pembangunan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran

Kondisi pascakebakaran di Dusun Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu, 11 Oktober 2026. ANTARA/Rudiyanto

Pemkab Bangka Selatan Usulkan Pembangunan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran

Silvana Febiari • 11 October 2026 16:14

Bangka Selatan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengusulkan pembangunan rumah baru bagi warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemulihan tempat tinggal korban secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Bangka Selatan Vira Dwi Seta mengatakan pendataan sementara mencatat sebanyak 305 rumah terdampak kebakaran. Data tersebut masih terus diperbarui sebagai dasar penyusunan usulan penanganan dan koordinasi dengan satuan kerja terkait.

“Rumah yang terdampak rusak berat, mau tidak mau harus kita usulkan pembangunan baru,” ujar Vira, dilansir dari Antara, Minggu, 11 Oktober 2026.


Ia menjelaskan penanganan pasca-kebakaran tidak hanya mencakup pembangunan fisik rumah, tetapi juga inventarisasi menyeluruh terhadap status administrasi rumah dan lahan. Hal itu diperlukan untuk memastikan kejelasan status rumah warga sebelum pembangunan kembali dilakukan.

Pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memeriksa status lahan dan menyiapkan opsi relokasi warga. Pembangunan rumah baru dapat dilakukan di lokasi lain atau di kawasan lama dengan tapak baru.

Namun, relokasi menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Sebab, sebagian titik di Dusun Serdang berdasarkan informasi pemerintah desa juga rawan banjir.

“Untuk jangka panjang dan keberlangsungan hidup masyarakat, relokasi mungkin lebih baik,” ungkap Vira.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Bangka Selatan Vira Dwi Seta. ANTARA/Rusdiyanto)


Usulan pembangunan rumah baru bagi korban kebakaran akan disiapkan melalui mekanisme tersendiri dengan dukungan penetapan status bencana. Usulan tersebut tidak digabungkan dengan program pembangunan rumah lainnya.

"Kami masih melanjutkan pendataan dan menyiapkan dokumen pendukung untuk memastikan penanganan rumah korban kebakaran sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Vira.

(Silvana Febiari)