Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Jakarta, Arifin Syaiful Haq. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Dinkes Jakarta Targetkan Tidak Ada Kematian Akibat DBD pada 2030
Metro TV • 27 September 2026 10:39
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menargetkan tidak ada lagi kasus kematian akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk (dengue). Nihil kasus kematian ditargetkan tercapai pada 2030.
“Target kita nanti tahun 2030 tidak ada lagi kasus kematian akibat dengue,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Jakarta, Arifin Syaiful Haq, di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026.
Menurut Arif, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, khususnya wilayah Jakarta, masih menjadi perhatian. Sebab, DBD merupakan penyakit endemik di wilayah tropis seperti Indonesia.
“Sekali lagi kita perlu mengingat bahwa DBD adalah sebuah penyakit yang memang masih menjadi sebuah endemis di DKI Jakarta,” ujar Arif.
Untuk mengatasi persoalan ini, Dinkes Jakarta berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta serta International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) mengampanyekan pencegahan DBD.
Kampanye tersebut bertujuan agar masyarakat waspada dengan potensi DBD di sekitar mereka. Kampanye dititikberatkan pada gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).
“Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengetahui demam berdarah masih menjadi wabah yang mengkhawatirkan. Karena itu, dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh masyarakat Jakarta dengan slogan tadi, satu rumah satu jumantik,” ujar Ketua PMI Jakarta, Beky Mardani.

Kampanye pencegahan DBD. Metrotvnews.com/Afifah Alfina
Beky memaparkan sejumlah langkah yang bisa dilakukan masyarakat dari rumah sebagai langkah pencegahan DBD. Salah satunya dengan gerakan 3M Plus.
“Dengan demikian kita harapkan masyarakat sadar dan melakukan kegiatan-kegiatan 3M. Ya, 3M plus 1, yaitu kita sama-sama tahu dari mengubur, menguras, dan menutup sumber-sumber air. Karena memang jentik-jentik nyamuk itu berkembang melalui media-media tersebut,” terang Beky.