Lapas Cianjur Perkuat Pembinaan Tahanan Baru Melalui Asesmen

Lapas Kelas IIB Cianjur memperkuat pembinaan melalui Asesmen Wali Pemasyarakatan bagi tahanan baru. (Dokumentasi/ Istimewa)

Lapas Cianjur Perkuat Pembinaan Tahanan Baru Melalui Asesmen

Silvana Febiari • 1 October 2026 19:47

Cianjur: Lapas Kelas IIB Cianjur memperkuat pembinaan melalui Asesmen Wali Pemasyarakatan bagi tahanan baru. Asesmen ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan setiap warga binaan sebagai dasar pemberian pendampingan dan pembinaan yang lebih terarah.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menegaskan asesmen merupakan bagian penting dalam memastikan pembinaan berjalan secara terarah dan memiliki dasar informasi yang jelas.


“Setiap warga binaan memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Asesmen menjadi langkah awal yang penting agar proses pembinaan dapat diberikan secara tepat, terarah, dan sesuai dengan kondisi masing-masing. Kami ingin memastikan pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendorong adanya perubahan sikap dan perilaku yang positif,” ujar Prayogo di Cianjur, Kamis, 1 Oktober 2026. 

Wali Pemasyarakatan berperan penting dalam memantau perkembangan warga binaan selama menjalani pembinaan. Wali Pemasyarakatan juga menjadi pendamping sekaligus penghubung dalam proses tersebut.

“Melalui komunikasi dan pemantauan yang berkelanjutan, setiap perkembangan maupun kebutuhan warga binaan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat,” tambahnya.


Lapas Kelas IIB Cianjur memperkuat pembinaan melalui Asesmen Wali Pemasyarakatan bagi tahanan baru. (Dokumentasi/ Istimewa)


Dalam pelaksanaannya, Wali Pemasyarakatan mewawancarai tahanan baru untuk menggali informasi secara langsung. Informasi yang dikumpulkan meliputi latar belakang pribadi dan keluarga, kondisi sosial, riwayat kehidupan, pendidikan, pekerjaan, serta kebutuhan untuk mendukung proses pembinaan selama menjalani masa pidana.

Asesmen tidak hanya menjadi proses pengumpulan data, tetapi juga langkah awal membangun komunikasi antara Wali Pemasyarakatan dan warga binaan. Pendekatan humanis dan dialogis membantu wali memahami kondisi setiap warga binaan sehingga pendampingan dapat disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, dan perkembangannya.


Lapas Kelas IIB Cianjur memperkuat pembinaan melalui Asesmen Wali Pemasyarakatan bagi tahanan baru. (Dokumentasi/ Istimewa)


Hasil asesmen menjadi bahan pertimbangan dalam pendampingan, pemantauan perkembangan, dan penyusunan program pembinaan. Dengan demikian, pembinaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing warga binaan.

(Silvana Febiari)