Kopilot Flydubai yang Diduga Coba Jatuhkan Pesawat Diduga Tersangka Utama

Maskapai Flydubai selidiki pelaku dugaan pembajakan. Foto: Flydubai

Kopilot Flydubai yang Diduga Coba Jatuhkan Pesawat Diduga Tersangka Utama

Muhammad Reyhansyah • 1 October 2026 09:26

Tel Aviv: Kopilot asal Oman yang dituduh mencoba menjatuhkan pesawat penumpang Flydubai menjadi sorotan utama dalam insiden ini.

Menurut laporan The Times of Israel (TOI), seorang pilot Flydubai mengatakan kepada Channel 12 News pada Selasa, 30 September 2026 bahwa tersangka bergabung dengan maskapai tersebut sekitar delapan bulan lalu.


“Dia beribadah secara berlebihan sepanjang hari dan menolak berjabat tangan dengan perempuan,” kata pilot tersebut, dikutip dari AsiaToday, Kamis, 1 Oktober 2026.

Insiden terjadi di dalam pesawat Boeing 737 MAX Flydubai yang membawa sekitar 180 orang dalam penerbangan dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Tel Aviv, Israel.

Kopilot tersebut diduga menikam kapten asal India di kokpit sebelum membuat pesawat masuk dalam posisi menukik tajam.

Tiga penumpang dan awak pesawat kemudian menerobos pintu kokpit untuk melumpuhkan kopilot. Dua pilot yang sedang tidak bertugas dan berada di antara penumpang mengambil alih kendali pesawat dan melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.

Kapten yang mengalami luka tusuk dan kopilot kemudian dirawat di Arab Saudi dalam kondisi kritis.

Mayoritas dari sekitar 180 orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan merupakan warga negara Israel.

Para penumpang kemudian diterbangkan dengan selamat ke Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv menggunakan penerbangan pengganti flydubai dari Arab Saudi pada hari yang sama.

Kopilot Masih Diinterogasi

Otoritas Arab Saudi menginterogasi kopilot untuk mengetahui secara pasti kondisi yang melatarbelakangi kejadian serta kemungkinan adanya pihak yang mendukung aksinya.

Sementara itu, otoritas Israel mengatakan sedang melakukan penilaian situasi. Mereka memandang insiden tersebut sebagai upaya individu untuk menjatuhkan pesawat dalam serangan bunuh diri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut insiden tersebut sebagai upaya serangan teroris yang dilakukan seorang jihadis.

Dalam pernyataan melalui video, Netanyahu mengatakan, “Kami terus berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan kepulangan mereka dengan selamat.”

(Fajar Nugraha)