Serangan drone Rusia di Kyiv menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 10 lainnya. (Anadolu Agency)
Serangan Drone Rusia ke Kyiv Tewaskan 3 Orang, Lebih dari 10 Terluka
Willy Haryono • 28 September 2026 06:21
Kyiv: Serangan drone Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 10 lainnya, menurut otoritas setempat pada Minggu, 27 September 2026.
Kantor kejaksaan wilayah Kyiv melaporkan bahwa sebuah drone Rusia menghantam sebuah pasar di Desa Sofiivska Borshchahivka.
Melansir dari Anadolu Agency, serangan drone lainnya juga merusak sejumlah kendaraan dan memicu kebakaran di sebuah gudang serta gedung perkantoran di berbagai wilayah ibu kota.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia meluncurkan 277 drone serang dari berbagai jenis sejak Sabtu. Menurut dia, serangan tersebut merusak fasilitas sipil dan publik di sejumlah wilayah Ukraina, termasuk sebuah bangunan yang digunakan sebagai kediaman Duta Besar Arab Saudi.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Zelensky mengatakan serangan drone Rusia di Kyiv menghantam taman kanak-kanak, sekolah, bangunan tempat tinggal, bengkel kendaraan, gudang, dan fasilitas komunikasi.
“Rusia sama sekali tidak memiliki tujuan militer dalam melakukan ini. Ini murni merupakan upaya untuk menghancurkan masyarakat dan menimbulkan kerugian sebesar mungkin terhadap masyarakat kami,” kata Zelensky.
Ia mengatakan serangan tersebut juga merusak sebuah sekolah olahraga di Dnipro dan sebuah rumah bagi anak-anak di wilayah Sumy.
Zelensky Desak Tekanan terhadap Rusia
Zelensky mengatakan Rusia mengetahui cara mengirimkan sinyal diplomatik yang ingin didengar dunia untuk menunda penerapan langkah-langkah internasional yang lebih keras sebagai respons terhadap perang.“Jika Rusia benar-benar mempersiapkan langkah nyata menuju de-eskalasi seperti yang diklaimnya, terutama kepada para perunding Amerika, gelombang teror ‘Shahed’ ini tidak akan terjadi,” tegasnya.
Ia mendesak negara-negara mitra Ukraina meningkatkan tekanan terhadap Moskow.
Menurut Zelensky, paket sanksi baru sedang disiapkan dengan menyasar jaringan keuangan, rantai pasokan komponen dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi senjata Rusia, serta perusahaan dan individu yang terutama terlibat dalam produksi rudal balistik Rusia.
“Sanksi baru harus mulai berlaku paling lambat Oktober untuk memberikan landasan yang lebih kuat guna mengubah situasi dan mendorong Rusia menuju diplomasi yang nyata,” katanya.
Sementara itu, Rusia berulang kali membantah bahwa militernya sengaja menyerang sasaran sipil di Ukraina. Rusia mengatakan serangannya hanya menyasar infrastruktur militer atau target militer lainnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram mengatakan pasukannya menyerang fasilitas komunikasi dan logistik serta sebuah kapal kargo yang disebut membawa pasokan militer dan barang penggunaan ganda untuk pasukan Ukraina di Kyiv dan Odesa.
Baca juga: Zelensky Sebut Rusia Luncurkan 2.200 Drone ke Ukraina dalam Sepekan