Erupsi Gunung Semeru dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak pada Selasa (6/10/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter
Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 08:23
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 900 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dilansir Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kolom abu vulkanik hasil erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran kolom abu mengarah ke timur laut.
"Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 135 detik," tuturnya.
Sebelum erupsi pada pukul 05.29 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada pukul 02.03 WIB. Saat itu, visual letusan tidak dapat diamati karena tertutup kabut.
Meski demikian, aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 142 detik. Sigit menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta memperhatikan ketentuan keselamatan di sekitar kawasan gunung.
Masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai maupun lembah dengan hulu di kawasan puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.