Diplomasi Panjang di Balik Kepulangan Empat WNI Korban Sandera Bajak Laut Somalia

Penyambutan kedatangan empat WNI di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026. (Kemlu RI)

Diplomasi Panjang di Balik Kepulangan Empat WNI Korban Sandera Bajak Laut Somalia

Muhammad Reyhansyah • 7 October 2026 12:33

Tangerang: Kementerian Luar Negeri RI memfasilitasi kepulangan empat kru kapal MT Honour 25 yang telah dibebaskan dari pembajakan di Somalia. 

Keempat warga negara Indonesia (WNI) tersebut tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026, setelah hampir enam bulan mengalami penyanderaan.

Keempat kru didampingi Duta Besar RI untuk Nairobi dan disambut langsung Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono setibanya di Tanah Air.

Sugiono menyampaikan rasa syukur atas kepulangan keempat WNI tersebut setelah melewati masa penyanderaan yang berlangsung hampir enam bulan.

“Setelah melalui perjalanan panjang, saudara-saudara kita bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta,” ujar Sugiono dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri, Rabu, 7 Oktober 2026.

Sugiono mengatakan pemerintah juga akan memastikan tindak lanjut proses pemulangan, termasuk perawatan kesehatan bagi para WNI, dapat terlaksana dengan baik.

Diplomasi dan Koordinasi

Sementara itu, Menlu Arrmanatha menjelaskan proses pembebasan para kru membutuhkan waktu panjang serta melibatkan diplomasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Sejak awal Kementerian Luar Negeri telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal, namun juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal,” kata Arrmanatha.

Arrmanatha juga memberikan apresiasi kepada Sugiono yang saat proses penanganan kasus tersebut masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Menurut dia, Sugiono sejak awal memberikan perhatian tinggi dan memimpin proses perundingan serta upaya pembebasan para anak buah kapal (ABK).

“Pak Menko Sugiono, yang pada saat itu adalah Menteri Luar Negeri, langsung memimpin dan memberikan perhatian yang sangat tinggi dalam proses perundingan dan upaya-upaya pembebasan para ABK ini,” ujar Arrmanatha.

Selain itu, Arrmanatha menyampaikan apresiasi kepada kapten kapal atas kepemimpinannya selama masa penyanderaan. Ia juga mengapresiasi keluarga para kru yang dinilai telah bersabar selama hampir enam bulan menantikan kepastian kondisi anggota keluarga mereka.

Dibebaskan Otoritas Puntland

Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi telah melakukan serangkaian upaya pembebasan kapal beserta seluruh krunya sejak 21 April 2026.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan otoritas dan berbagai pihak di Somalia, serta pendekatan kepada perwakilan negara asal para kru lainnya.

Proses tersebut kemudian berujung pada pembebasan para kru pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan otoritas Puntland.

Selama penanganan kasus, Kemlu bersama Kementerian Perhubungan juga menggelar rangkaian family engagement pada 5–7 Mei, 8–11 Juni, serta 15 September 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan keluarga para kru sekaligus memastikan informasi yang disampaikan mengenai perkembangan penanganan kasus tetap akurat.

Setelah tiba di Indonesia, penyambutan dilanjutkan dengan prosesi serah terima para kru dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan keluarga. Keempat kru selanjutnya dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Kemlu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Somalia dan otoritas Puntland, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, perwakilan RI terkait, pemilik kapal, pemerintah negara asal kru lainnya, serta seluruh pihak yang mendukung proses pembebasan dan pemulangan para kru.

Baca juga: Indonesia Tidak Pernah Penuhi Tuntunan Pembajak MT Honour 25 untuk Kebebasan WNI

(Willy Haryono)