Ayah dan Ibu Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun, saat diwawancarai, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026. (Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin)
Lima Bulan Disandera, Kapten Kapal MT Honour Asal Gowa Akhirnya Bebas
Muhammad Syawaluddin • 6 October 2026 22:19
Makassar: Keluarga kapten Kapal MT Honour asal Kabupaten Gowa akhirnya bisa bernapas lega. Sang kapten yang disandera perompak saat kapal menuju Somalia pada 21 April 2026 lalu, akhirnya dibebaskan setelah sekitar lima bulan dalam penyanderaan.
Ayah Ashari Samadikun, Syamsuddin Dg Ngawing (67), mengatakan kabar pembebasan anaknya diterima pada Selasa pekan lalu. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ashari kepada dirinya.
"Dalam kondisi panik, dalam kondisi kacau balau, anakku masih sempat memberitahukan keluarganya bahwa dia dalam kondisi selamat," katanya, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026.
Syamsuddin Dg Ngawing yang ditemani istrinya Siti Aminah saat ditemui di rumahnya Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang, kabupaten Gowa itu mengungkapkan, suasana di kapal saat proses pembebasan anaknya berlangsung sangat mencekam.
Saat itu, seluruh awak kapal sempat diikat. Bahkan, ada penembakan yang mengakibatkan beberapa awak kapal meninggal dan terluka.
"Karena penyerangan pada waktu itu luar biasa. Semua diikat, kemudian (ada) ditembak," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari 17 awak kapal yang disandera, lima orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka berasal dari negara berbeda seperti Pakistan, India, dan Myanmar.
"Sementara awak kapal asal Indonesia berjumlah empat orang selamat," ucapnya.
Meskipun begitu, mereka tidak luput dari tembakan. Salah satu dari mereka mengalami luka tembak pada kakinya.

Orang tua dan istri korban Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun yang dikabarkan disandera perompak Somalia, menunjukkan fotonya kepada wartawan di kediamannya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (ANTARA)
Sementara itu, ibu Ashari, Siti Aminah, mengaku merasakan bahagia sekaligus haru saat mendengar kabar pembebasan anaknya. Saking bahagianya, ia tak kuasa menahan air mata ketika mendapat kabar Ashari telah bebas.
"Bahagia sekali, dan saya tidak bisa tahan air mata," ujarnya.
Meski begitu, kebahagiaan Siti Aminah belum sepenuhnya lengkap karena hingga kini ia belum bertemu langsung dengan Ashari. Ia berharap dapat segera bertemu dan berkumpul kembali dengan anaknya.
"Belum, secara fisik saya belum lihat. Kalau foto, video call biasa, tapi secara fisik saya belum ketemu sama sekali," tuturnya.