Korps Marinir Rebut Senjata Diduga Milik KKB di Yahukimo

Personel Marinir menemukan lokasi penyimpanan senjata diduga milik anggota KKB di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. ANTARA/HO-Pen Marinir

Korps Marinir Rebut Senjata Diduga Milik KKB di Yahukimo

Achmad Zulfikar Fazli • 29 October 2026 18:10

Jakarta: Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) dalam Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG kembali merebut senjata dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penemuan senjata itu terjadi sejak 25-27 Oktober 2026.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan penemuan senjata bermula dari informasi yang diterima prajurit tentang keberadaan barang-barang tersebut.

"Berbekal informasi dari masyarakat, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir Gobang IX menyusuri medan pedalaman Kali Braza dan memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB," kata Rana dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.
 


Rana mengatakan di lokasi pertama, para prajurit menemukan tenda berisi dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, kapak, parang, serta sejumlah bahan makanan dan perlengkapan memasak. Seluruh temuan didata untuk dilaporkan kepada komando atas.

Penyisiran berlanjut ke rumah kosong  di sekitar lokasi pertama. Di tempat itu, prajurit Marinir menemukan beberapa pucuk senjata.

"Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan sembilan milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak, enam anak panah, serta dompet berisi identitas warga," jelas Rana.

Senjata diduga milik anggota KKB di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, disita Korps Marinir. ANTARA/HO-Pen Marinir

Prajurit Marinir juga menemukan selongsong amunisi terikat kawat yang diduga telah dimodifikasi untuk digunakan bersama senapan angin. Seluruh temuan prajurit telah disita dan diperiksa untuk mencari tahu informasi lebih lanjut soal keberadaan KKB.

Dengan adanya penemuan ini, Rana menegaskan Korps Marinir TNI AL selalu siap menutup ruang gerak KKB demi melindungi masyarakat Papua.

(Achmad Zulfikar Fazli)