Bagaimana AI Mengubah Industri Keuangan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi. Foto: Pexels.

Bagaimana AI Mengubah Industri Keuangan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Husen Miftahudin • 28 October 2026 14:51

Jakarta: Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah industri keuangan melalui otomatisasi pekerjaan, peningkatan layanan nasabah, serta deteksi penipuan dan pengelolaan risiko. Teknologi ini membantu bank dan perusahaan teknologi finansial (fintech) memproses data lebih cepat dan mendukung pengambilan keputusan.
 
Laporan Harnessing the Power of (Gen) AI in Indonesian Financial Services yang disusun Boston Consulting Group (BCG), AC Ventures, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) membahas potensi AI generatif dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki pengalaman pelanggan, serta mengembangkan produk dan layanan keuangan.
 

Bantu mempercepat pekerjaan

 
AI membantu lembaga keuangan mengerjakan tugas rutin, seperti memasukkan data, memeriksa dokumen, dan membuat laporan. Dengan begitu, karyawan dapat fokus pada pekerjaan yang membutuhkan analisis dan pengambilan keputusan.
 
Dalam layanan perbankan, teknologi pengenalan karakter optik (optical character recognition), pemrosesan bahasa alami (natural language processing), dan otomatisasi proses robotik (robotic process automation) dapat digunakan untuk membaca dokumen identitas dan memeriksa informasi nasabah.
 
Dilansir dari laporan BCG, AC Ventures, dan Kadin Indonesia, AI generatif juga dapat membantu karyawan merangkum rapat, menyusun draf komunikasi, serta mengolah informasi dari dokumen panjang. Teknologi ini dapat mempercepat pekerjaan, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa untuk memastikan ketepatan informasi.
   

Lebih cepat dan personal

 
AI membantu meningkatkan layanan kepada nasabah melalui chatbot dan asisten virtual. Teknologi ini dapat menjawab pertanyaan dasar, seperti informasi rekening, tanpa harus menunggu petugas layanan pelanggan.
 
AI juga membantu bank memberikan layanan yang lebih personal dengan menganalisis pola transaksi, kebiasaan menabung, dan kebutuhan nasabah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memberikan saran keuangan yang sesuai dengan kondisi masing-masing nasabah.
 
Meski demikian, penggunaan AI tetap harus memperhatikan privasi dan keamanan data nasabah. Saran yang diberikan juga perlu diperiksa, terutama jika berkaitan dengan keputusan keuangan yang berdampak besar.
 

Mempercepat penilaian kredit

 
Dalam penyaluran kredit, AI membantu lembaga keuangan menganalisis profil peminjam dan menilai kemampuan nasabah dalam membayar pinjaman.
 
Laporan BCG, AC Ventures, dan Kadin Indonesia menyebut perusahaan Broom menggunakan machine learning dan deep learning untuk menilai kelayakan kredit. Sementara itu, Finku memanfaatkan AI untuk menganalisis profil peminjam dan membantu proses pengambilan keputusan kredit.
 
AI prediktif dapat membantu menilai risiko kredit, sedangkan AI generatif dapat mengolah informasi dari berbagai sumber untuk mendukung analisis. Namun, keputusan kredit tetap perlu memperhatikan kualitas data, keadilan penilaian, serta potensi kesalahan atau bias dalam sistem AI.

Inggris Luncurkan Rencana Pendanaan Keamanan AI USD800 Juta

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

 

Deteksi penipuan dan pengelolaan risiko

 
AI juga digunakan untuk mendeteksi transaksi yang tidak biasa dan berpotensi menjadi penipuan dengan menganalisis pola transaksi.
 
Menurut laporan BCG, AC Ventures, dan Kadin Indonesia, AI berpotensi membantu mendeteksi berbagai modus penipuan, termasuk yang menggunakan teknologi deepfake. AI juga dapat membantu menilai risiko kredit dengan menganalisis banyak data.
 
Meski demikian, AI tidak menjamin semua penipuan dan risiko dapat terdeteksi. Karena itu, pengawasan manusia dan pengujian keamanan sistem tetap diperlukan.
 

Tantangan penerapan AI di industri keuangan

 
Penerapan AI di industri keuangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keamanan data, ketepatan hasil, potensi bias, dan kesiapan karyawan dalam menggunakan teknologi.
 
Laporan BCG, AC Ventures, dan Kadin Indonesia menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab, peningkatan keterampilan karyawan, serta evaluasi dampaknya terhadap bisnis.
 
Jika diterapkan dengan tepat, AI dapat meningkatkan efisiensi kerja, memperbaiki layanan nasabah, dan membantu mengelola risiko. Namun, pengawasan manusia tetap diperlukan untuk menjaga keamanan data dan kepercayaan nasabah. (Hasri Khairunnisa)

(Husen Miftahudin)