Peringatan Dini BMKG 21-23 Oktober: Aceh, Sumut, Kaltara Siaga Hujan Sangat Lebat

Ilustrasi - Warga melintasi hujan dengan membawa payung. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/pri

Peringatan Dini BMKG 21-23 Oktober: Aceh, Sumut, Kaltara Siaga Hujan Sangat Lebat

Lukman Diah Sari • 21 October 2026 11:34

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku untuk periode 21-23 Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor yang dapat menganggu aktivitas dan layanan publik.

Berdasarkan data resmi BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, serta ancaman angin kencang. Secara khusus, status Siaga (potensi hujan lebat hingga sangat lebat) di tingkat kabupaten/kota pada periode ini mencakup:

  • Rabu, 21 Oktober 2026: Aceh (Pidie Jaya dan Bireuen) serta Kalimantan Utara (Nunukan).

  • Kamis, 22 Oktober 2026: Aceh (Aceh Barat).

  • Jumat, 23 Oktober 2026:

    • Aceh: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Simeulue, Nagan Raya, Gayo Lues, dan Aceh Selatan.

    • Sumatra Utara: Langkat, Deli Serdang, Karo, Dairi, Asahan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Simalungun, Toba Samosir, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal (Madina), Nias Selatan, Nias, Nias Barat, dan Nias Utara.


Hujan lebat/Ilustrasi Medcom.id

Sementara itu, untuk status Waspada (potensi hujan sedang hingga lebat) di tingkat provinsi, sebarannya sebagai berikut:
  • 21 Oktober: Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
  • 22 Oktober: Sumatra Utara, Kalimantan Utara, dan Papua Tengah.
  • 23 Oktober: Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang mengancam wilayah Banten (21-23 Oktober) dan Sulawesi Selatan (21 Oktober). BMKG menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana. Masyarakat dapat memantau informasi cuaca secara real time melalui situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.

Selain itu, warga yang melihat atau terdampak bencana diimbau bergotong royong melaporkan kondisi di lapangan melalui laman PetaBencana.id atau tautan bit.ly/laporbencanabot guna membantu percepatan respons penyelamatan.

(Lukman Diah Sari)