Ilustrasi berbagai mata uang. Foto: Unplash.
Mengapa Negara Perlu Memiliki Mata Uang Sendiri? Ini Alasannya
Husen Miftahudin • 17 October 2026 15:30
Jakarta: Mata uang menjadi salah satu instrumen penting dalam perekonomian suatu negara. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, mata uang nasional memberikan ruang bagi negara untuk menentukan kebijakan moneter, menjaga stabilitas ekonomi, dan mempertahankan kedaulatan ekonomi.
Dilansir dari laman resmi International Monetary Fund (IMF) dalam transkrip diskusi "Can Central Banks Be Outsourced? Issues in Money and Sovereignty", keberadaan mata uang berkaitan erat dengan pengelolaan uang, distribusi kekayaan, dan kedaulatan negara. Kepemilikan mata uang sendiri memungkinkan negara memiliki kewenangan lebih besar dalam mengelola sistem moneternya.
Mengatur kebijakan moneter
Salah satu alasan negara memiliki mata uang sendiri adalah agar bank sentral dapat menjalankan kebijakan moneter sesuai kondisi perekonomian domestik. Kebijakan ini mencakup pengaturan suku bunga dan likuiditas untuk memengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk konsumsi dan investasi.
Bank sentral dapat menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan ekonomi dalam negeri tanpa sepenuhnya bergantung pada keputusan moneter negara lain. Dengan demikian, negara memiliki ruang lebih besar untuk merespons perubahan kondisi ekonomi domestik.
Menjaga stabilitas ekonomi
Mata uang nasional juga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Bank Indonesia (BI), melalui laman resminya tentang kebijakan moneter, menjelaskan stabilitas nilai rupiah mencakup kestabilan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut, bank sentral menggunakan instrumen kebijakan moneter, termasuk suku bunga, guna memengaruhi aktivitas perekonomian dan membantu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Stabilitas tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Meski demikian, memiliki mata uang sendiri tidak otomatis menjamin perekonomian stabil. Hasilnya tetap bergantung pada efektivitas kebijakan dan kondisi ekonomi yang dihadapi negara.
(Uang rupiah: Foto: Pexels)
Mempertahankan kedaulatan ekonomi
Kepemilikan mata uang nasional juga berkaitan dengan kedaulatan negara dalam mengelola sistem moneternya. Negara memiliki kewenangan untuk menerbitkan mata uang melalui otoritas yang berwenang serta menentukan kebijakan moneter sesuai mandat lembaga terkait.
Di negara Indonesia, mata uang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menegaskan kedudukan rupiah sebagai mata uang negara sekaligus alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia.
Meski demikian, tidak semua negara harus memiliki mata uang sendiri. Sebagian negara menggunakan mata uang negara lain atau bergabung dalam persatuan moneter. Pilihan tersebut memiliki konsekuensi terhadap kewenangan kebijakan moneter masing-masing negara. (Tiaranissa Juliansyah)