NasDem Hadirkan Ruang Teduh Ibu, Edukasi Kesehatan Mental Perempuan

Partai NasDem menggelar talkshow bertajuk “Ruang Teduh Ibu: Damai dan Kekuatan Dalam Diri” di Ballroom NasDem Tower, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Istimewa.

NasDem Hadirkan Ruang Teduh Ibu, Edukasi Kesehatan Mental Perempuan

Gabriella Thesa Widiari • 23 October 2026 18:52

Jakarta: Kesehatan mental ibu menjadi perhatian penting dalam membangun keluarga yang kuat dan melahirkan generasi berkualitas. Oleh karena itu, DPP Partai NasDem menghadirkan wadah edukasi serta ruang berbagi pengalaman terkait isu kesehatan mental perempuan dan pengasuhan anak.

“Perempuan perlu didengar dan dibantu untuk keluar dari mitos supermom, seolah-olah seorang ibu harus selalu sempurna. Kesehatan mental ibu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Amelia Anggraini di NasDem Tower, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam talkshow bertajuk “Ruang Teduh Ibu: Damai dan Kekuatan Dalam Diri” guna memperingati HUT ke-15 Partai NasDem. Agenda ini diinisiasi melalui kolaborasi Bidang Perempuan dan Anak DPP NasDem, Garnita Malahayati, serta Akademi Perempuan.

Amelia menjelaskan bahwa Ruang Teduh Ibu menjadi sarana bagi ibu muda untuk menyuarakan persoalan psikologis harian. Dukungan dari suami, keluarga, serta lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas mental perempuan.

Ibu yang sehat secara psikologis disebut akan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan keluarga dan tumbuh kembang anak. Pembentukan lingkungan sosial yang suportif sangat diperlukan agar ibu tidak merasa berjuang sendirian.


Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa. 

Dalam kesempatan itu, Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Sherlita Nabilah menambahkan bahwa fenomena baby blues dan depresi pascamelahirkan membutuhkan perhatian luas dari masyarakat. Edukasi berbasis medis juga perlu dimasifkan guna meluruskan berbagai mitos seputar pengasuhan anak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para ibu lebih peduli terhadap kesehatan mentalnya sekaligus menyadarkan lingkungan sekitar akan pentingnya memberikan dukungan,” ujar Sherlita.

Data BKKBN mencatat sekitar 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues, dengan 15 hingga 24 persen di antaranya berlanjut menjadi depresi pascamelahirkan. Melalui agenda ini, masyarakat diajak membangun ekosistem keluarga yang lebih peduli dan empati.

(Gabriella Thesa Widiari)