Macron Kecam Komentar 'Bodoh' Trump soal Penyebab Kerusuhan di Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Anadolu Agency)

Macron Kecam Komentar 'Bodoh' Trump soal Penyebab Kerusuhan di Prancis

Willy Haryono • 21 October 2026 19:03

Doha: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam komentar sejumlah pemimpin asing, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengenai demonstrasi di Prancis pada 17 Oktober sebagai pernyataan yang “tidak dapat diterima dan bodoh."

Kecaman itu muncul setelah Trump menyalahkan imigrasi sebagai penyebab kerusuhan tersebut.

Berbicara kepada wartawan di Doha pada Rabu, 21 Oktober 2026, Macron menuduh para pemimpin asing yang sedang menghadapi pemilihan umum memanfaatkan kerusuhan di Prancis untuk kepentingan politik.

“Ketika saya melihat para pemimpin berkampanye di kawasan ini atau di seberang Atlantik, mereka berkampanye dengan mengorbankan kami,” kata Macron tanpa menyebut nama Trump, seperti dikutip dari Anadolu.

Pernyataan Macron merespons komentar Trump pada Selasa yang menyebut imigrasi, bukan persoalan pendidikan, sebagai penyebab demonstrasi. “Ini bukan soal pendidikan. Ini soal imigrasi,” kata Trump.

Demonstrasi tersebut awalnya merupakan gerakan mahasiswa yang menuntut peningkatan pendanaan sekolah. Serikat pekerja dan kelompok lainnya kemudian bergabung untuk memprotes tingginya biaya hidup.

Macron mengatakan Prancis akan mengambil seluruh langkah yang diizinkan hukum untuk mencegah kerusuhan dalam demonstrasi lanjutan yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober. Ia merujuk pada pemberlakuan jam malam dan pembatasan kegiatan berkumpul yang telah diterapkan setelah terjadinya kekerasan.

“Mereka yang ingin menimbulkan kekacauan di pusat-pusat kota pada Sabtu depan akan dicegah,” ujarnya.

Macron menambahkan bahwa penetapan keadaan darurat saat ini belum diperlukan karena undang-undang yang berlaku dinilai sudah memberikan kewenangan yang memadai kepada pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan langkah tersebut diambil jika situasi mengharuskannya.

Macron juga mengecam “manipulasi informasi asing” setelah kerusuhan tersebut. Ia mengatakan kecerdasan buatan (AI) telah digunakan untuk membuat gambar-gambar palsu.

“Kami telah melihat gambar yang dihasilkan AI yang menampilkan kejadian-kejadian yang tidak pernah terjadi di Prancis,” katanya.

“Beberapa orang mengklaim bahwa kami diserbu gerombolan migran dan kelompok Islamis, padahal itu sepenuhnya tidak benar,” ujar Macron.

Baca juga: Prancis Rusuh, Trump Sebut Paris akan Menjadi Kota Muslim

(Willy Haryono)