Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.
Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Kunci Hadapi Krisis Global
Fachri Audhia Hafiez • 21 October 2026 20:38
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global. Mulai dari krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga gejolak geopolitik dunia.
"Kita lihat dunia penuh tantangan. Kita masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat," kata Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Prabowo mengingatkan, dalam situasi konflik maupun krisis global, pangan dapat berubah menjadi instrumen penentu kekuatan suatu negara. Bahkan, negara yang memiliki uang sekalipun belum tentu dapat membeli pangan dari pasar internasional apabila negara produsen membatasi ekspornya.
"Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata, dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain," kata Prabowo.
Selain sektor pangan, Presiden menyoroti tantangan perubahan iklim sepanjang 2025–2026, termasuk ujian kekeringan panjang dan fenomena El Nino. Pemerintah bersyukur Indonesia tetap mampu mempertahankan swasembada pangan di tengah cuaca yang sulit.
"Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 2025-2026 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi nanti ada La Nina kita hadapi. Kita sudah punya kontijensi-kontijensi, dengan swasembada pangan relatif kita punya daya tahan," jelas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Di sektor energi, Prabowo optimistis Indonesia memiliki ketahanan yang kuat menghadapi gejolak harga minyak dunia melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Pemerintah saat ini telah menerapkan biodiesel B50 dan tengah mempercepat pengembangan bioetanol secara bertahap.
"Harga minyak dunia naik dan akan naik kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak. Geotermal kita banyak, yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman," kata Prabowo.
Pengembangan bahan bakar nabati tersebut ditargetkan dapat membawa Indonesia pada kemandirian energi total di masa mendatang. Mulai dari target bioetanol E10 tahun ini menuju E20 hingga target ambisius E50.
"Mungkin dua tahun lagi kita akan berharap mencapai E20 dan dua tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50, kita Insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," kata Prabowo.