Erupsi Gunung Bromo (Tangkapan layar unggahan akun @exploremalang)
Pengamanan Wisata Gunung Bromo Diperketat Usai Erupsi
Daviq Umar Al Faruq • 6 November 2026 13:33
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memperketat pengamanan di kawasan wisata menyusul erupsi Gunung Bromo pada Kamis sore, 5 November 2026. Pihak pengelola berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan setempat guna memastikan keselamatan para pengunjung yang berada di lokasi.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan pihak pengelola berpegang teguh pada arahan resmi dari instansi berwenang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dijadikan sebagai rujukan utama dalam memantau perkembangan aktivitas vulkanik terkini di lapangan.
"Langkah-langkah yang kami lakukan, yang pertama tentu kita masih menggunakan rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG selaku institusi yang memang mempunyai peran di sana ya, pengawasan aktivitas kegunungapian. Sampai saat ini, belum ada perubahan status dari aktivitas Gunung Bromo sebagaimana rekomendasi dari PVMBG," kata Rudijanta, Jumat 6 November 2026.
Menindaklanjuti arahan tersebut, petugas lapangan langsung bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada para wisatawan. Koordinasi berskala luas juga dijalankan bersama unsur TNI dan Polri demi memperkuat penjagaan batas aman.
"Dari mulai tadi malam, kita sudah melakukan sosialisasi ke pengunjung karena memang ada jarak aman yang diperkenankan. Kami juga sudah komunikasi dengan Polsek, kemudian Danramil, petugas-petugas lapangan, sehingga mulai pagi ini mereka sudah standby di sana untuk memperkuat pengamanan lokasi-lokasi ataupun batas-batas aman yang diperkenankan," jelas Rudijanta.
Meskipun aktivitas vulkanik terpantau meningkat, status Gunung Bromo saat ini dipastikan masih berada dalam tingkat normal yang stabil. Pengunjung tetap diperbolehkan berwisata dengan catatan wajib mematuhi batas radius aman yang telah ditentukan secara fisik di lapangan.
"Ada titik aman yang di dalam rekomendasi jelas, 1 kilometer dari bibir kawah. Di lapangan, secara fisik sudah ada tandanya. Pal-pal yang dipasang di lapangan itu adalah tandanya. Itu yang kadang-kadang pengunjung kan pernah ada yang foto di pas di situ itu tuh titik batas-batas aman yang sebenarnya menjadi tanda di lapangan," terang Rudijanta.
Pihak TNBTS memastikan akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan kawasan jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan status aktivitas vulkanik. Kebijakan darurat tersebut berkaca pada prosedur penanganan standar yang pernah diterapkan pada gunung berapi lainnya di Jawa Timur.
"Ya pasti. Tentunya ketika ada perubahan status kita pasti memperhatikan itu. Tidak mungkin juga kita ada perubahan, kita juga diam saja. Jadi pasti kita akan melakukan tindakan-tindakan terukur berdasarkan data-data yang memang dikeluarkan oleh pihak-pihak yang punya kompetensi di dalam hal-hal tersebut," tegas Rudijanta.
Wisatawan domestik maupun mancanegara diimbau untuk senantiasa mengutamakan faktor keselamatan serta menaati seluruh aturan yang berlaku selama berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Petugas di lapangan akan terus memantau situasi secara berkala guna mengantisipasi segala kemungkinan darurat.
"Kalau himbauan kita tentunya tetap bahwa taati aturan-aturan yang sudah diberikan, karena semua kan tentunya demi keselamatan bersama. Dan tentunya kita juga akan melakukan pemantauan di lapangan memastikan itu semua berjalan dengan baik," ujar Rudijanta.

Gunung Bromo erupsi dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak pada Kamis petang, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Informasi erupsi Gunung Bromo ini berawal dari kabar yang beredar luas di media sosial melalui unggahan akun Instagram @exploremalang. Dalam unggahan tersebut dilaporkan kolom letusan abu vulkanik sempat teramati membumbung tinggi hingga mencapai 500 meter dari atas puncak kawah.
"GUNUNG BROMO ERUPSI! KOLOM LETUSAN CAPAI 500 METER. Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis (5/11) pukul 17.11 WIB. Kolom abu teramati mencapai 500 meter di atas puncak. Wisatawan dan masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 1 km karena potensi letusan freatik yang bisa terjadi tiba-tiba. Utamakan keselamatan sebelum merencanakan wisata ke Bromo!," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.