25 Negara Paling Dipercaya Investor Tahun 2026, Asia Mendominasi

Ilustrasi: Pixabay/Pexels

25 Negara Paling Dipercaya Investor Tahun 2026, Asia Mendominasi

Riza Aslam Khaeron • 2 June 2026 21:07

Jakarta: Di era globalisasi saat ini, investasi asing merupakan salah satu pilar krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara. Meski demikian, setiap negara menawarkan tingkat kepastian yang berbeda bagi para pemilik modal.

Investor cenderung menanamkan modalnya di negara yang dinilai aman, ramah terhadap investasi, serta mampu memberikan jaminan keuntungan yang menjanjikan di masa depan. Dalam hal ini, laporan tahunan Kearney Foreign Direct Investment (FDI) Confidence Index hadir sebagai acuan utama bagi para pelaku bisnis dan pembuat kebijakan.

Laporan ini membantu memetakan ke mana arah aliran modal global mengalir serta faktor pendorong di baliknya. Laporan edisi terbaru Kearney bertajuk World Recalibrating yang disusun berdasarkan survei pada Januari 2026 terhadap para eksekutif bisnis global ini menggambarkan tingkat kepercayaan investor terhadap pasar tujuan investasi asing dalam tiga tahun ke depan.
 
Kearney mencatat bahwa mayoritas investor (sekitar 88 persen) berencana meningkatkan porsi investasi mereka dalam tiga tahun mendatang. Namun, proses pengambilan keputusan kini menjadi jauh lebih selektif.

Investor tidak lagi sekadar melihat ukuran pasar atau kinerja ekonomi makro suatu negara. Mereka juga menyoroti kekuatan inovasi teknologi, stabilitas kebijakan industri, serta posisi strategis negara tersebut dalam rantai pasok global.
 
Lantas, negara mana saja yang berhasil meraih kepercayaan tertinggi dari para investor global pada tahun 2026? Berikut adalah daftar lengkapnya.
 

Daftar 25 Negara Paling Dipercaya Investor 2026

Peringkat 2026 Negara/Pasar Peringkat 2025 Skor Indeks 2026
1 Amerika Serikat 1 2,2431
2 Kanada 2 2,1373
3 Jepang 4 2,1340
4 Tiongkok 6 2,1097
5 Jerman 5 2,1056
6 Inggris 3 2,0748
7 Prancis 7 2,0249
8 Singapura 15 1,9679
9 Uni Emirat Arab 9 1,9678
10 Arab Saudi 13 1,9665
11 Korea Selatan 14 1,9564
12 Australia 10 1,9557
13 Italia 8 1,9170
14 Swiss 12 1,8447
15 Spanyol 11 1,8421
16 Selandia Baru 16 1,7949
17 Swedia 17 1,7787
18 Brasil 21 1,7561
19 Meksiko 25 1,7398
20 Thailand Tidak masuk 25 besar 1,7337
21 Malaysia Tidak masuk 25 besar 1,7140
22 India 24 1,6923
23 Denmark 20 1,6903
24 Taiwan 23 1,6880
25 Austria Tidak masuk 25 besar 1,6805

AS Nomor 1 dalam 14 Tahun Berturut-turut


Bendera AS di New York. (Mizuno K/Pexels)

Amerika Serikat kembali menasbihkan diri sebagai negara yang paling dipercaya oleh investor global pada tahun 2026. Pencapaian ini sekaligus menandai dominasi AS di posisi puncak selama 14 tahun berturut-turut. Daya tarik utama Negeri Paman Sam ini masih bertumpu pada kepemimpinannya dalam inovasi teknologi serta ketahanan ekonominya yang luar biasa.

Meski demikian, posisi puncak AS kali ini bukannya tanpa catatan. Skor keseluruhan AS mengalami penurunan ke level terendah sejak tahun 2022, diikuti dengan sedikit melemahnya optimisme investor terhadap prospek jangka pendek negara tersebut.

Salah satu faktor penyelamat yang menjaga posisi AS tetap tak tergoyahkan adalah kepemimpinannya yang masif di bidang kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan data Stanford University's 2025 AI Index, AS berhasil menarik investasi AI dari sektor swasta sebesar 470,9 miliar dolar AS (sekitar Rp8.421 triliun) sejak tahun 2013.

Faktor pendukung lain seperti ketahanan ekonomi pasca-pandemi, stabilitas pasar tenaga kerja, serta pertumbuhan produktivitas yang konsisten kian memperkuat fondasi tersebut.
 
Baca Juga:
10 Orang Terkaya di Timur Tengah Tahun 2026 Versi Forbes

Mayoritas Berasal dari Asia

Perubahan paling menarik dalam indeks 2026 adalah naiknya Asia sebagai kawasan dengan jumlah pasar terbanyak. Kearney mencatat Asia menempatkan 10 dari 25 pasar dalam indeks utama — pertama kalinya dalam 13 tahun Eropa tidak lagi menjadi kawasan dengan porsi terbesar.

Thailand dan Malaysia menjadi negara asia yang baru masuk daftar pada tahun ini. Selain kedua negara Asean tersebut, ada juga Jepang, Tiongkok, Singapura, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, India, dan Taiwan.
 

Eropa Kehilangan Dominasi

Sebaliknya, dominasi Eropa menghilang dengan hanya menyisakan sembilan negara di dalam daftar 25 besar—berkurang dua negara dibandingkan dengan tahun lalu. Ini menjadi momen pertama sejak tahun 2013 di mana Eropa kehilangan predikat sebagai kawasan dengan porsi terbesar dalam indeks ini.
 
Meskipun beberapa negara raksasa Eropa masih mampu bertahan kokoh, seperti Jerman di posisi ke-5 dan Prancis di posisi ke-7, kemerosotan signifikan dialami oleh sebagian besar negara tetangganya. Inggris harus turun dari posisi ke-3 ke peringkat ke-6, Italia merosot dari posisi ke-8 ke peringkat ke-13, Swiss bergeser dari urutan ke-12 ke peringkat ke-14, Spanyol turun ke peringkat ke-15, dan Denmark melorot ke peringkat ke-23.
 
Bahkan, negara seperti Norwegia dan Belgia terpaksa terdepak sepenuhnya dari daftar 25 besar. Austria menjadi satu-satunya kabar baik bagi Eropa setelah berhasil masuk kembali ke posisi ke-25 setelah absen selama tiga tahun.
 

Singapura dan Arab Saudi Melesat

Singapura menjadi bintang terbesar dalam daftar 2026, melompat dari posisi ke-15 ke posisi ke-8 — peringkat tertingginya sejak 2012. Kearney menilai kenaikan ini sebagai sinyal meningkatnya daya tarik middle powers: negara yang bukan kekuatan besar seperti AS atau Tiongkok, tetapi memiliki pengaruh penting dalam ekonomi dan politik global.

Posisi Singapura yang relatif netral di tengah ketegangan geopolitik membuatnya makin menarik sebagai basis regional dan kantor pusat internasional.
 
Arab Saudi juga mencatat kenaikan penting, naik dari posisi ke-13 ke posisi ke-10 dan untuk pertama kalinya masuk 10 besar. Daya tarik Arab Saudi berkaitan erat dengan strategi Vision 2030, diversifikasi ekonomi, serta arus masuk FDI yang terus meningkat.
 
Asia kini telah membuktikan diri tidak hanya sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, melainkan juga sebagai wilayah yang paling dipercaya oleh pemilik modal global—menggeser kedudukan Eropa yang telah mendominasi indeks Kearney selama lebih dari satu dekade.

(Muhamad Marup)